SAMPANG – Kasus kaburnya pasien di Klinik Sukma Wijaya yang beralamat di jalan Agus Salim, Kelurahan Banyuanyar, diduga lalai dalam menangani pasien berbuntut panjang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang Abdullah Najich mengatakan bahwa pihak Dinkes sendiri tengah melakukan investigasi mengenai dugaan kelalaian nakes yang menyebabkan pasien Atmai / P Holik warga Kecamatan Jrengik kabur saat menjalani rawat inap.
“Kami akan koordinasi dulu kumpulkan data dengan pihak bersangkutan supaya jelas permasalahan yang ada,” kata dr Najich. Jumat, 04/04/2025.
Menurutnya, tentang pemberlakuan Standart Operasional Prosedur (SOP) serta harapan agar Pemangku Kebijakan terkait untuk melakukan investigasi.
“Dinkes akan memeriksa apakah klinik tersebut telah memenuhi persyaratan izin operasional, seperti lokasi klinik, bangunan klinik, sarana dan prasarana klinik, serta tenaga medis yang berpraktek di klinik, ” tegasnya.
Selain itu, Dinkes juga akan memeriksa apakah klinik tersebut telah menyelenggarakan pengelolaan dan pelayanan laboratorium klinik, serta instalasi farmasi yang diselenggarakan apoteker.
“Dengan demikian, Dinkes berharap dapat menemukan penyebab pasti dari kasus pasien kabur dari klinik dan dapat mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang bersangkutan, ” ucapnya.
Sebelumnya pada, Rabu 02/04/2025 kemarin, dr Zakky Sukmajaya Owner RS Swasta Sukma Wijaya sempat menanggapi pula tentang SOP tersebut, menurutnya kalau masalah SOP tidak ada yang dilanggar, malahan pasien tersebut mendapatkan perlakuan khusus mengingat kondisinya sehingga diijinkan dijaga oleh 5 orang keluarganya
Namun Ia mengakui bahwa pintu keluar memang tidak dikunci selama renovasi sehingga hanya pintu tersebut satu satunya akses untuk keluar masuk pasien baik untuk IGD maupun pengunjung, sedangkan waktu kejadian Penjaga pintu dimungkinkan sedang ada di kamar mandi. (Md).