banner 728x250

Yasika Aulia, Remaja 20 Tahun di Sulsel Kelola 41 Dapur MBG, Ayahnya Tokoh Berpengaruh

banner 120x600
banner 468x60

Peran Generasi Muda dalam Program Sosial Besar

Yasika Aulia Ramadhani kini menjadi perbincangan publik setelah terungkap bahwa ia mengelola 41 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Selatan. Program MBG adalah inisiatif pemerintah yang bertujuan menyediakan makanan bergizi gratis bagi kelompok rentan seperti siswa, ibu hamil, dan balita. Tujuannya adalah menekan angka malnutrisi dan stunting serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Yasika, yang baru saja berusia 20 tahun, merupakan putri dari Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Yasir Machmud. Ia juga menjadi pembina Yayasan Yasika Group, lembaga yang menaungi 41 dapur MBG tersebut. Dapur-dapur ini tersebar di sejumlah kabupaten dan kota, termasuk 16 di Makassar, 3 di Parepare, 2 di Gowa, dan 10 di Bone yang mulai beroperasi pada November 2025.

banner 325x300

Dampak Ekonomi Lokal

Menurut Yasika, jaringan dapur MBG tidak hanya menyediakan makanan, tetapi juga memberikan dampak nyata pada perekonomian warga sekitar. Seluruh bahan baku dipasok dari petani, peternak, dan pekebun, sehingga membantu meningkatkan pendapatan mereka. Sebanyak 850 tenaga kerja telah terserap oleh 17 dapur yang sudah beroperasi, sementara penerima manfaat mencapai 60 ribu orang.

Yasika menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. “Sejak 6 Januari 2025, kami memulai dari Makassar sebagai pelopor makanan bergizi di Sulsel. Melalui Asta Cita MBG, kami ingin mempercepat pemenuhan gizi anak bangsa,” ujarnya.

Keberhasilan dan Kritik

Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, memberikan apresiasi terhadap kerja kolaboratif seluruh pihak dalam mewujudkan program ini. “Yasika Group telah menghadirkan lebih dari 40 dapur. Ini kontribusi nyata Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasir Machmud dalam membangun ekonomi daerah,” katanya.

Namun, di balik kesuksesan tersebut, publik tetap menantikan transparansi dan akuntabilitas program sosial seperti ini. Meskipun demikian, langkah Yasika patut diapresiasi karena memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Latar Belakang Keluarga

Yasir Machmud, ayah Yasika, bukan sosok sembarangan. Ia adalah Wakil Ketua DPRD Sulsel periode 2024-2029 dan saat ini menjabat sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel. Sebelum terjun ke dunia politik, Yasir adalah seorang pengusaha yang aktif di berbagai bidang bisnis, termasuk pertanian, pembangunan, transportasi, dan kuliner.

Yasir juga diperiksa Kejati Sulsel terkait dana hibah Rp17,5 miliar tahun anggaran 2024. Menurutnya, dana tersebut digunakan sesuai kebutuhan kontingen Sulsel menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh–Sumatera Utara 2024. “Kami sudah dipanggil penyidik Kejati Sulsel. Kami bersama beberapa cabor sudah memberikan keterangan dan menyerahkan dokumen terkait penggunaan dana hibah Rp17,5 miliar,” ujarnya.

Penyelidikan Dana Hibah KONI Sulsel

Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sulsel, Soetarmi, mengakui pihaknya menyelidiki penggunaan dana hibah yang diterima KONI Sulsel. Proses penyelidikan dilakukan oleh Bidang Pidsus Kejati Sulsel, dengan pemanggilan sejumlah pengurus cabang olahraga (Cabor) untuk meminta klarifikasi terkait laporan kegiatan yang dibiayai dari dana hibah.

“Masih ada beberapa (pengurus) cabor dimintai keterangan,” jelas Soetarmi. Langkah ini ditempuh guna memastikan dana hibah digunakan sesuai peruntukan dan akuntabel.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *