Indeks

Wisuda ke-46 Poltekkes Kemenkes Yogya, 119 Lulusan Siap Bersaing di Dunia

Wisuda ke-46 Poltekkes Kemenkes Yogyakarta: Lulusan Siap Berkontribusi Global

Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Yogyakarta kembali melahirkan tenaga kesehatan profesional melalui prosesi wisuda ke-46 yang digelar pada Selasa (2/12). Dalam acara tersebut, sebanyak 119 lulusan diwisuda. Meski jumlahnya lebih sedikit dibanding periode sebelumnya, momentum ini tetap dianggap istimewa karena banyak dari para wisudawan berasal dari program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan peserta Tugas Belajar Kementerian Kesehatan.

Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Dr. Iswanto, S.Pd., M.Kes., menjelaskan bahwa wisuda kali ini menegaskan komitmen institusi dalam visi “Unggul Berbudaya Mendunia”. Ia menyebutkan bahwa sebagian besar wisudawan berasal dari program RPL yang bertujuan untuk meningkatkan kualifikasi dari jenjang Diploma Tiga (D3) hingga Sarjana Terapan dan Pendidikan Profesi. Mereka berasal dari 19 provinsi, dengan 24 di antaranya merupakan peserta tugas belajar Kemenkes.

Iswanto menekankan bahwa lulusan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta tidak hanya dirancang untuk kebutuhan dalam negeri, tetapi juga siap bersaing di pasar kerja internasional. Untuk memastikan hal ini, pihak kampus telah melakukan penyesuaian kurikulum dan pembekalan bahasa agar lulusan mampu berkompetensi di negara-negara seperti Jerman, Jepang, Belanda, hingga Timur Tengah.

“Di Jerman saja, setiap tahun butuh sekitar seribu tenaga kesehatan. Poltekkes Kemenkes se-Indonesia mendapat jatah 330 lulusan untuk bekerja di sana. Belum lagi peluang di Saudi, serta negara-negara lainnya,” ujar Iswanto.

Adapun jumlah wisudawan terdiri dari 15 lulusan Program Diploma Tiga, 79 lulusan Sarjana Terapan, dan 25 lulusan Program Pendidikan Profesi. Capaian akademik mereka pun sangat memuaskan, dengan persentase lulusan tepat waktu mencapai 95,3 persen.

Dorong Orang Tua Relakan Anak ke Luar Negeri

Direktur Pendayagunaan Tenaga Kesehatan Kemenkes RI, Anna Kurniati, yang hadir secara daring, memberikan pesan khusus kepada para orang tua wisudawan. Ia menyoroti laporan WHO mengenai kekurangan tenaga kesehatan global, khususnya perawat, di deretan negara maju yang tergabung dalam OECD.

“Saya berharap para orang tua merelakan kalau anaknya ingin berkarier di dunia internasional. Sekarang dunia sudah tanpa batas, komunikasi mudah, penerbangan mudah. Ini peluang emas bagi [mereka] untuk berkontribusi secara global,” katanya.

Anna menambahkan bahwa keberhasilan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta mencetak lulusan yang kompeten membuktikan kualitas pendidikan vokasi kesehatan di Indonesia semakin diakui.

Prestasi Moncer Poltekkes Jogja

Dalam laporannya, Dr. Iswanto juga membeberkan sederet prestasi institusi yang kini menempati Klaster 1 dari 38 Poltekkes Kemenkes se-Indonesia. Menurutnya, sebanyak 17 program studi di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta telah terakreditasi LAMPT-Kes dengan predikat “Unggul” (100 persen).

Tidak sekadar mengirimkan lulusannya ke luar negeri, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta juga menjadi magnet bagi mahasiswa asing. Pada 2025, pihak kampus menerima mahasiswa asing penerima beasiswa The Indonesian AID Scholarship (TIAS) dari berbagai negara seperti Solomon Islands, Namibia, Nigeria, Papua New Guinea, dan Timor Leste.

“Kami mendorong transformasi kesehatan, mulai dari layanan primer hingga penyiapan tenaga cadangan. Harapannya, lulusan kami bisa cepat membangun kesehatan di daerah masing-masing maupun merebut peluang global,” pungkasnya.


Exit mobile version