Masalah Meriam Spirtus yang Mengganggu Ketenangan Warga Nabire
Di tengah kota Nabire, anak-anak kini sering kali memainkan meriam spirtus tanpa menyadari dampaknya terhadap lingkungan sekitar. Suara bising dari permainan ini mulai mengganggu aktivitas warga sehari-hari, sehingga menimbulkan kekhawatiran besar.
Laurensius Songgonau, yang dikenal dengan panggilan Ulen, adalah salah satu warga setempat yang tinggal di Jalan Suci, Kelurahan Siriwini, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Ia memberikan imbauan kepada pihak kepolisian dan orang tua untuk melarang anak-anak bermain meriam spirtus.
Ulen menyampaikan pesannya melalui video amator berdurasi satu menit dan 14 detik yang ia unggah secara mandiri pada hari Minggu (26/10/2025) sore. Dalam video tersebut, ia menyampaikan kekhawatirannya sebagai warga masyarakat terhadap dampak negatif meriam spirtus, baik terhadap anak-anak maupun ketenangan warga sekitar.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak segan-segan untuk mengambil dan menghancurkan meriam spirtus jika ditemukan di wilayahnya. Tujuannya adalah agar anak-anak terhindar dari bahaya fisik serta menjaga ketertiban umum.
“Untuk warga Nabire, saya mengimbau kepada orang tua yang berada di Wilayah Siriwini, Jalan Suci, Smoker, dan tempat lainnya, jika ditemukan anak-anak memegang meriam spirtus jangan halangi saya karena ini berdampak bahaya dan sangat mengganggu,” tegas Ulen.
Menurut Ulen, penggunaan meriam spirtus sangat berisiko karena melibatkan bahan mudah terbakar dan tekanan yang tidak terkontrol. Dampak negatif dari permainan ini bisa berupa kebakaran, ledakan, luka bakar, kerusakan properti, serta gangguan terhadap ketertiban umum.
Ia juga berpesan agar pihak Polres Nabire segera mengeluarkan surat imbauan tindakan keras terhadap penjualan dan penggunaan meriam spirtus. Menurutnya, banyak kios-kios kecil yang menjual spirtus, sehingga perlu adanya pengawasan lebih ketat.
“
Dalam surat imbauan tersebut, Ulen menyarankan agar para penjual tidak memberikan spirtus untuk bermain meriam. Ia berharap agar anak-anak selalu dalam pengawasan orang tua agar terhindar dari hal-hal seperti ini.”
Langkah-Langkah yang Perlu Dilakukan
-
Peningkatan Kesadaran Masyarakat
Orang tua dan masyarakat perlu lebih waspada terhadap bahaya meriam spirtus. Edukasi tentang risiko penggunaan alat ini harus dilakukan secara berkala. -
Kolaborasi dengan Pihak Berwenang
Polres Nabire perlu bekerja sama dengan pemerintah daerah dan komunitas untuk melakukan sosialisasi dan penegakan hukum terhadap penjualan meriam spirtus. -
Penegakan Hukum yang Tegas
Pemerintah setempat harus siap mengambil tindakan tegas terhadap pelaku yang terbukti menjual atau menggunakan meriam spirtus. -
Penguatan Pengawasan Orang Tua
Orang tua perlu lebih aktif mengawasi anak-anak mereka, terutama dalam bermain. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan akibat penggunaan alat berbahaya.
Ulen menegaskan bahwa masalah ini bukan hanya sekadar permainan, tetapi merupakan ancaman nyata bagi keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Dengan tindakan yang tepat, diharapkan dapat mengurangi risiko yang muncul dari penggunaan meriam spirtus.


















