Indeks

Video viral isi tabung gas LPG tidak sesuai takaran di Samarinda

Thumbnail Berita 6
Ilustrasi Probowo saat peresmian (Photo: google)

Video Viral Menunjukkan Isi Tabung LPG 12 kg di Samarinda Tidak Sesuai Takaran

Sebuah video yang viral di media sosial menunjukkan adanya ketidaksesuaian berat isi tabung gas LPG 12 kg di Samarinda. Video ini salah satunya diunggah oleh akun Instagram @samarindaku pada Rabu (11/12/2025). Peristiwa ini terjadi saat inspeksi mendadak (sidak) di sebuah pangkalan gas di Jalan Sentosa, Kecamatan Sungai Pinang.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan bahwa banyak tabung LPG merek Elpiji produksi Pertamina dengan ukuran 12 kg mengalami kekurangan isi. Bahkan, sebagian dari mereka hanya kurang hingga 1 kilogram dari standar yang seharusnya. Sidak ini dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, yang melakukan penimbangan sejumlah tabung LPG 12 kg di lokasi tersebut.

Hasil penimbangan menunjukkan adanya selisih berat yang signifikan dibanding standar. Untuk diketahui, berat tabung kosong 12 kg sekitar 15 kg. Jika ditambah isi gas 12 kg, total seharusnya sekitar 27 kg. Namun, di lokasi sidak, tim menemukan sejumlah tabung hanya sekitar 26 kg, menandakan kekurangan sekitar 1 kg.

Wakil Walikota: Merugikan Konsumen

Wakil Walikota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menegaskan bahwa kondisi ini jelas merugikan masyarakat, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru. “Kita tahu isinya seharusnya 12 kilo. Tadi setelah ditimbang, ditemukan ada yang kurang, bahkan ada yang sampai kurang satu kilo. Temuan ini kita dalami karena ada ambang batas toleransi yang harus dihitung,” ujarnya.

Ia juga menyatakan bahwa pemeriksaan akan dilanjutkan sampai ke SPPE sebagai pihak pemasok. “Kita akan memastikan bahwa distribusi LPG sesuai dengan aturan dan tidak merugikan konsumen,” tambahnya.

Distribusi LPG Bersubsidi Jadi Sorotan

Sidak ini juga menyoroti sistem distribusi LPG bersubsidi ke masyarakat. Salah satu karyawan PT Ranu Gas, Fredy, menjelaskan bahwa pembelian LPG saat ini sudah menggunakan regulasi berbasis KTP untuk memastikan penyaluran tepat sasaran. “Setiap pembelian wajib pakai KTP. Kalau satu pangkalan mengambil 200 tabung, harus ada 200 KTP. Tapi di lapangan kadang jumlah yang diantar tidak sepenuhnya sesuai,” jelas Fredy.

Fredy menambahkan, pihak agen melakukan pengawasan rutin setiap bulan, mulai dari laporan penjualan, kondisi tabung, hingga pengecekan timbangan, dan seluruh hasil pengawasan dilaporkan ke Pertamina.

Pertamina Tidak Memberi Keterangan

Di lokasi sidak, perwakilan Pertamina sempat hadir, namun saat diminta keterangan mengenai masalah isi tabung 12 kg, ia menghindar dari wartawan dan meninggalkan area pemeriksaan. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang tanggung jawab perusahaan dalam menjaga kualitas produk yang disalurkan ke masyarakat.

Tindak Lanjut Pemerintah Kota Samarinda

Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri menegaskan, hasil sidak ini akan ditindaklanjuti secara serius untuk:

  • Melindungi hak konsumen
  • Memastikan distribusi LPG sesuai ketentuan
  • Menjaga ketersediaan dan kualitas LPG menjelang Natal dan Tahun Baru

Pemeriksaan ini menunjukkan komitmen Pemkot Samarinda untuk memastikan bantuan dan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman, tepat sasaran, dan sesuai standar.


Exit mobile version