JAKARTA, Maduraraya.id
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Safrizal ZA, langsung menggelar rapat bersama jajaran Satpol PP Provinsi Aceh setibanya di Banda Aceh pada Sabtu (29/11/2025).
Rapat ini digelar untuk memastikan penanganan bencana, khususnya distribusi bantuan logistik, berjalan cepat dan tepat sasaran. Sebagai pembina teknis Satpol PP, Safrizal menegaskan agar bantuan yang telah tiba segera disalurkan kepada masyarakat terdampak.
“Singsingkan lengan. Ini kemanusiaan, tanggung jawab kita bersama untuk melakukan segala upaya meringankan beban masyarakat,” kata Safrizal dalam keterangan tertulis, Minggu (30/11/2025).
Safrizal yang pernah menjabat Penjabat (Pj) Gubernur Aceh periode 2024–2025 menekankan bahwa tim di lapangan harus terus berkoordinasi dengan satgas yang telah dibentuk. Namun demikian, percepatan distribusi tetap menjadi prioritas agar tidak ada warga yang terlewat mendapatkan bantuan.
Untuk wilayah yang masih dapat diakses jalur darat, seperti Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, pengiriman bantuan dilakukan menggunakan truk logistik. Sementara itu, kabupaten/kota yang aksesnya tertutup akibat banjir dan longsor akan menerima bantuan melalui jalur udara.
Beberapa bantuan yang tengah disiapkan meliputi perlengkapan jaringan komunikasi, tenda pleton, genset, perahu karet, serta bahan makanan untuk kebutuhan pos pengungsian.
Aceh menjadi salah satu dari tiga provinsi di Sumatera yang terdampak cukup parah akibat banjir dan tanah longsor. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) per 28 November 2025, terdapat 17 kabupaten/kota terdampak dengan lebih dari 10.000 KK yang terpaksa mengungsi.
Langkah-Langkah Penanganan Bencana
-
Koordinasi Tim Lapangan
Safrizal menekankan pentingnya koordinasi antara tim lapangan dan satgas bencana. Hal ini bertujuan agar semua pihak dapat bekerja secara efisien dan efektif dalam menyampaikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. -
Distribusi Bantuan Berbasis Wilayah
Untuk wilayah yang masih bisa diakses melalui jalur darat, bantuan diberikan melalui truk logistik. Sementara itu, daerah yang terisolasi karena banjir atau longsor akan menerima bantuan melalui jalur udara. -
Peralatan Darurat yang Disiapkan
Beberapa peralatan darurat yang disiapkan antara lain: - Perlengkapan jaringan komunikasi
- Tenda pleton
- Genset
- Perahu karet
- Bahan makanan untuk kebutuhan pos pengungsian
Kondisi Wilayah Terdampak
-
Jumlah Daerah Terdampak
Secara keseluruhan, terdapat 17 kabupaten/kota di Aceh yang terkena dampak banjir dan longsor. -
Jumlah Keluarga Terdampak
Lebih dari 10.000 KK (Keluarga Kepala Keluarga) terpaksa mengungsi akibat bencana tersebut. -
Peran BPBA
Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) terus memantau perkembangan situasi dan memberikan data terkini untuk membantu proses penanganan bencana.
Tindakan Lanjutan
-
Peningkatan Kapasitas Tim
Safrizal menyarankan agar kapasitas tim penanggulangan bencana ditingkatkan, termasuk pelatihan dan pengadaan alat yang diperlukan. -
Kolaborasi dengan Pihak Lain
Kerja sama dengan instansi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga swadaya masyarakat sangat penting untuk mempercepat proses distribusi bantuan. -
Pemantauan Berkala
Pemantauan berkala dilakukan untuk memastikan bahwa semua bantuan sampai tepat waktu dan tepat sasaran.
