banner 728x250

Tanda-Tanda Hernia pada Bayi yang Harus Diperhatikan Orangtua

banner 120x600
banner 468x60

Apa Itu Hernia?



Hernia adalah kondisi di mana sebagian organ dalam tubuh, biasanya usus atau lemak, menonjol keluar melalui celah otot yang belum menutup sempurna. Pada bayi, hernia sering terjadi karena adanya kegagalan penutupan prosesus vaginalis saat dalam kandungan. Hal ini menyebabkan organ dari rongga perut dapat keluar dan membentuk tonjolan. Meskipun lebih umum terjadi pada orang dewasa, banyak juga bayi yang mengalami hernia. Kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi laki-laki dibandingkan bayi perempuan.

Ciri-Ciri Hernia pada Bayi



Ciri-ciri hernia pada bayi bisa berbeda tergantung jenisnya. Berikut beberapa tanda-tanda hernia yang umum ditemukan:

banner 325x300

Hernia Inguinalis

Hernia inguinalis muncul sebagai tonjolan kecil di selangkangan atau meluas hingga ke skrotum atau labia. Sebagian besar hernia pada bayi dan anak-anak adalah hernia inguinalis, yang terjadi pada sekitar 1% hingga 5% bayi dan anak-anak. Hernia ini lebih sering terjadi pada bayi prematur dan lebih sering terjadi pada bayi laki-laki dibanding bayi perempuan. Tanda-tanda hernia inguinalis antara lain:
* Nyeri dan ketidaknyamanan yang membaik dengan istirahat

Perasaan berat atau tertekan di selangkangan

Skrotum atau kantung kulit di bawah penis mengalami bengkak

Sensasi terbakar di lokasi tonjolan

Rewel dan kesulitan menyusu pada bayi

Hernia Umbilikalis

Hernia umbilikalis berkembang di tempat tali pusar, biasanya terjadi ketika otot-otot di sekitar pusar (cincin pusar) tidak menutup setelah tali pusar yang tersisa terlepas setelah lahir. Terkadang, hernia umbilikalis tampak seperti pusar yang menonjol keluar. Ciri-ciri hernia umbilikalis pada bayi adalah adanya tonjolan lunak dekat pusar. Namun, tonjolan ini mungkin hanya terlihat saat mereka menangis, batuk, atau mengejan. Biasanya, hernia umbilikalis pada anak-anak tidak menimbulkan rasa sakit.

Hernia Inkarserata dan Strangulasi

Ketika bagian usus terjebak di celah dinding perut dan tidak bisa kembali ke posisi semula, kondisi ini disebut hernia inkarserata. Jika dibiarkan terlalu lama, aliran darah ke bagian usus yang terjepit dapat terputus, sehingga menimbulkan hernia strangulasi. Tanda-tanda hernia ini antara lain bayi tampak kembung, demam, atau muncul benjolan yang lebih besar dari biasanya dan tidak mengecil. Bayi juga bisa mengalami mual, muntah, serta kemerahan dan nyeri di sekitar area hernia.

Faktor yang Mendukung Risiko Hernia pada Bayi



Beberapa faktor dapat membuat bayi atau anak lebih berisiko mengalami hernia. Bayi yang lahir prematur atau memiliki berat badan rendah cenderung lebih rentan karena otot dinding perut mereka belum berkembang sempurna. Selain itu, hernia inguinalis juga lebih sering ditemukan pada anak laki-laki dibandingkan perempuan. Jika orangtua atau saudara pernah mengalami hernia, kemungkinan si Kecil mengalaminya pun lebih tinggi. Selain itu, beberapa kondisi medis tertentu seperti testis yang tidak turun, fibrosis kistik, kebutuhan dialisis peritoneal atau shunt, serta sindrom genetik juga dapat meningkatkan risiko terjadinya hernia pada anak.

Apakah Hernia Membahayakan Bayi?



Meskipun hernia cukup umum terjadi pada bayi, tapi pada kondisi tertentu, hernia dapat menimbulkan masalah kesehatan. Pada kondisi hernia yang lebih berat, benjolan bisa tidak lagi hilang saat didorong. Organ seperti usus dapat terjepit di dalamnya, bahkan aliran darah ke jaringan tersebut bisa terhenti hingga menyebabkan kematian jaringan. Saat kondisi ini terjadi, bayi atau anak biasanya tampak sangat tidak nyaman. Bayi akan menangis, rewel karena nyeri perut, muntah, perut membesar, tidak bisa buang air besar atau kentut, demam, dan kehilangan nafsu makan. Jika tidak segera ditangani, usus yang terjepit dapat rusak dan menyebabkan infeksi serius di rongga perut atau bahkan kebocoran usus.

Cara Menangani Hernia



Hernia inguinalis dan beberapa hernia umbilikalis memerlukan pembedahan. Terdapat dua teknik pembedahan untuk perbaikan hernia pada bayi dan anak:
* Pembedahan terbuka untuk hernia umbilikalis memerlukan sayatan kecil di bawah atau melalui pusar. Untuk hernia inguinalis, sayatan kecil dibuat di selangkangan, biasanya di sepanjang lipatan kulit alami.
* Pembedahan laparoskopi menggunakan beberapa sayatan kecil di perut dan selangkangan.

Nah, itulah penjelasan mengenai ciri-ciri hernia pada bayi. Semoga bermanfaat!

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *