banner 728x250

Rute Bandara Kualanamu-Rembele Hanya Dilayani Penerbangan Charter

banner 120x600
banner 468x60



Penerbangan rute Kualanamu-Rembele yang sedang menjadi perhatian masyarakat menimbulkan beberapa pertanyaan terkait status layanan tersebut. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjelaskan bahwa penerbangan yang beroperasi di rute tersebut adalah layanan charter, bukan penerbangan reguler.

Asri Santosa, Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah II Medan, menyampaikan bahwa untuk penerbangan sewa atau charter flight, seluruh proses pemesanan, pembayaran, dan pengaturan penerbangan dilakukan secara kesepakatan antara penumpang dan maskapai. Oleh karena itu, tidak benar jika dikatakan bahwa pesawat sewa menjual tiket.

banner 325x300

“Bandara tidak terlibat dalam penjualan tiket maupun proses komersial penerbangan tersebut,” ujar Asri dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (9/12/2025). Ia menjelaskan bahwa informasi mengenai tingginya tarif penerbangan rute Bandara Kualanamu-Rembele-Kualanamu telah menjadi perhatian masyarakat.

Menurut Asri, hingga saat ini belum ada penerbangan reguler pada rute Kualanamu-Rembele pergi-pulang (PP). Penerbangan yang beroperasi saat ini merupakan layanan perintis yang dilayani oleh maskapai Susi Air dengan frekuensi satu kali penerbangan per minggu di setiap hari Kamis.

Penyebab meningkatnya kebutuhan transportasi udara di wilayah Aceh adalah kondisi darurat bencana yang memengaruhi akses moda transportasi lainnya. Banyak warga dari daerah terdampak membutuhkan akses keluar dari wilayah bencana, terutama menuju Bandara Kualanamu. Hal ini menyebabkan jumlah penumpang yang datang ke Bandara Rembele meningkat.

Dari hasil verifikasi petugas di lapangan, ditemukan adanya inisiatif orang atau perorangan yang mengoordinasikan calon penumpang lain untuk melakukan penerbangan sewa. Biaya sewa pesawat diserahkan kepada para penumpang untuk menanggungnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa memastikan bahwa maskapai tidak melakukan penjualan tiket reguler di luar penerbangan perintis. Penerbangan yang melayani rute Bandara Rembele sudah terjadwal.

“Seluruh penerbangan di luar jadwal reguler merupakan inisiatif para calon penumpang yang secara mandiri berkoordinasi untuk melakukan charter pesawat dengan tujuan memenuhi kebutuhan mendesak mereka dalam situasi darurat,” ujar Lukman.

Sebagai langkah responsif, Lukman mengimbau seluruh Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal untuk dapat melakukan penambahan kapasitas layanan. Hal itu dapat dilakukan melalui pembukaan rute baru maupun penambahan frekuensi penerbangan pada sejumlah rute penting di wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Secara khusus, peningkatan kapasitas di wilayah Aceh sangat diperlukan pada rute tujuan Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Kualanamu. “Kami juga mendorong agar maskapai dapat menjaga tarif tetap wajar sesuai ketentuan yang berlaku, serta apabila dimungkinkan memberikan tarif khusus atau diskon kemanusiaan selama masa pemulihan bencana,” ucapnya.

Lukman menambahkan bahwa Kemenhub membuka ruang bagi maskapai untuk menyampaikan tanggapan dan pengajuan penambahan kapasitas penerbangan tersebut sesuai regulasi. Syaratnya, tetap mempertimbangkan kesiapan armada dan sumber daya manusia yang tersedia.

“Ditjen Perhubungan Udara berkomitmen untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan selama masa tanggap darurat, serta terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan demi kelancaran operasional penerbangan di wilayah terdampak,” kata Lukman.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *