banner 728x250

Rompi Antipeluru IPB University Lolos Uji TNI AD

banner 120x600
banner 468x60

Inovasi Rompi Antipeluru dari Tandan Kosong Kelapa Sawit Lolos Uji Balistik

Sebuah inovasi penting telah diumumkan oleh tim peneliti IPB University, yaitu rompi antipeluru yang dibuat dari bahan tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Inovasi ini berhasil lolos uji balistik dan tersertifikasi setelah menjalani pengujian ketat di Laboratorium Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat (Dislitbang TNI AD) di Batujajar, Bandung, pada 19 Desember lalu. Hasil ini menandai pencapaian besar dalam riset biomaterial IPB University yang berupaya memperkuat industri pertahanan Indonesia dengan sumber daya lokal.

Inovasi ini merupakan puncak dari riset biomaterial TKKS yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun. Fokus utamanya adalah pada material antipeluru sejak 2023 hingga akhirnya memenuhi standar kualifikasi militer. Proses pengembangan ini melibatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu, yang dipimpin oleh Siti Nikmatin, peneliti Pusat Studi Sawit sekaligus dosen Departemen Fisika IPB University.

banner 325x300

Tim peneliti terdiri atas beberapa anggota, antara lain Irmansyah, Rima Fitria Adiati, Agus Kartono (Fisika), serta Tursina Andita Putri, MSi (Agribisnis). Mereka bekerja sama untuk mengoptimalkan sifat mekanik serat TKKS agar mampu menahan proyektil dan benturan tajam.

Siti Nikmatin menekankan bahwa langkah strategis menuju komersialisasi sangat penting. Menurutnya, meskipun bahan baku serat sawit melimpah, proses produksi masih memerlukan dukungan investasi permesinan dan modal karena banyak tahapan dilakukan secara manual. “Semoga inovasi ini dapat mengubah potensi limbah kelapa sawit menjadi kekuatan baru bagi kedaulatan industri pertahanan Indonesia di masa depan,” ujarnya melalui keterangan tertulis.

Keterlibatan mitra industri juga turut memperkuat hilirisasi riset ini. Salah satu mitra yang terlibat adalah Andika Kristinawati dari PT Interstisi Material Maju. Proses sertifikasi ini disaksikan langsung oleh pimpinan IPB University, seperti Prof. Anas Miftah Fauzi (Kepala Lembaga Riset Internasional Teknologi Maju) dan Prof. Budi Mulyanto (Kepala Pusat Studi Sawit).

Proses pengujian balistik ini dipantau langsung oleh jajaran perwira peneliti TNI AD, termasuk Kolonel Cpl Kries Kambaksono, Kolonel Yayat Priatna P., Kolonel Hiras M.S. Turnip, dan Kolonel Tri Handoko. Pengujian melibatkan amunisi kaliber 9×19 milimeter dari jarak tembak 5 meter, mencakup kondisi tembak kering dan basah, serta uji ketahanan terhadap tusukan dan bacokan senjata tajam.

Berdasarkan penilaian tim penguji, rompi dinyatakan lulus karena mampu menahan proyektil tanpa tembus dengan tingkat deformasi atau lekukan belakang di bawah 44 milimeter. Performa ini dinilai sangat kompetitif dengan rentang harga pasaran rompi antipeluru level IIIA yang ada saat ini.

Selain memenuhi aspek perlindungan, rompi ini juga menonjol dari sisi ergonomi. Bobotnya di bawah 2 kilogram dan ketebalannya kurang dari 2 sentimeter. Menurut Siti, proyek ini didanai melalui Program Dana Padanan (Kedaireka) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun anggaran 2024–2025.

Keunggulan dan Potensi Masa Depan

Rompi antipeluru dari TKKS menunjukkan kemampuan luar biasa dalam hal ketahanan dan kepraktisan. Dengan bobot ringan dan ketebalan minimal, rompi ini cocok digunakan dalam situasi operasional yang membutuhkan fleksibilitas dan kenyamanan. Selain itu, penggunaan bahan daur ulang dari limbah kelapa sawit memberikan dampak lingkungan yang positif.

Inovasi ini juga membuka peluang besar bagi pengembangan industri pertahanan berbasis sumber daya lokal. Dengan memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia secara melimpah, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor dan meningkatkan kemandirian nasional.

Dari segi ekonomi, proyek ini juga memiliki potensi besar untuk menggerakkan sektor agroindustri. Dengan adanya permintaan pasar akan produk-produk pertahanan, produsen lokal dapat meningkatkan nilai tambah dari limbah kelapa sawit.

Tantangan dan Langkah Berikutnya

Meski telah berhasil melewati uji balistik dan sertifikasi, proses komersialisasi masih membutuhkan dukungan lebih lanjut. Perlu adanya investasi dalam pengadaan permesinan modern dan pelatihan tenaga kerja. Selain itu, diperlukan kerja sama yang lebih kuat antara universitas, industri, dan pemerintah untuk memastikan keberlanjutan dan skalabilitas produksi.

Tidak hanya itu, diperlukan pula sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat serta keandalan rompi antipeluru dari TKKS. Dengan demikian, produk ini bisa mendapatkan penerimaan yang luas dan menjadi bagian dari solusi pertahanan yang berkelanjutan.

Dengan inovasi ini, IPB University tidak hanya membuktikan kemampuan risetnya, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan bangsa melalui pengembangan teknologi berbasis sumber daya lokal.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *