banner 728x250

Pria di Tanah Abang Tabrak Mobil, Diduga Alami Gangguan Jiwa

banner 120x600
banner 468x60

Peristiwa Viral di Tanah Abang: Pria Menabrak Mobil, Polisi Pastikan Bukan Tindak Kriminal

Sebuah video yang menyebar di media sosial menampilkan seorang pria yang menabrakkan diri ke mobil yang sedang melintas di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kejadian ini mengundang perhatian publik dan beredar dengan cepat di berbagai platform digital. Namun setelah dilakukan pengecekan oleh aparat kepolisian, ditemukan bahwa peristiwa tersebut bukanlah tindakan kriminal, melainkan aksi nekat yang diduga disebabkan oleh gangguan jiwa.

banner 325x300

Menurut Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro, kejadian tersebut terjadi pada hari Minggu, 2 November 2025, sekitar pukul 14.00 WIB di Jalan Fahrudin Auri, Kelurahan Kampung Bali, Kecamatan Tanah Abang. Ia menjelaskan bahwa setelah menerima informasi tentang video yang viral, tim opsnal Polsek Metro Tanah Abang langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.

“Hasilnya, benar telah terjadi seseorang yang menabrakkan diri ke mobil yang sedang melintas,” ujar Susatyo dalam pernyataannya, Kamis 6 November 2025.

Identitas Pelaku dan Riwayat Gangguan Jiwa

Berdasarkan keterangan dari warga sekitar, pria yang terlibat dalam kejadian tersebut memiliki inisial A (28 tahun). Ia diketahui merupakan warga RT 12/RW 05 Kelurahan Kampung Bali. Informasi yang diperoleh dari Ketua RW dan warga menyebutkan bahwa A memang memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan sering kali menunjukkan perilaku tidak stabil.

“Dari keterangan warga, yang bersangkutan memang mengalami gangguan jiwa dan sering berperilaku tidak stabil,” ucap Susatyo.

Penanganan oleh Pihak Berwajib

Sementara itu, Kapolsek Metro Tanah Abang, Kompol Haris Akhmad Basuki, menjelaskan bahwa hingga saat ini pengemudi mobil yang ditabrak belum melaporkan kejadian secara resmi ke pihak kepolisian. Meskipun demikian, hasil pengecekan sementara dan keterangan dari warga menunjukkan bahwa kejadian ini murni disebabkan oleh tindakan orang dengan gangguan jiwa.

“Kami masih menunggu keterangan dari pengemudi mobil karena hingga kini belum ada laporan resmi,” ujar Haris.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan keluarga dan perangkat RW setempat untuk memastikan kondisi A agar tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Imbauan kepada Masyarakat

Haris mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan video atau informasi yang belum jelas kebenarannya di media sosial. Ia menekankan pentingnya untuk selalu berhati-hati dalam menyampaikan informasi, terutama jika terkait kejadian yang bisa menimbulkan keresahan.

“Jika menemukan kejadian serupa, sebaiknya segera lapor ke pihak berwenang agar dapat ditangani dengan tepat,” ujarnya menambahkan.

Langkah Preventif dan Edukasi

Selain itu, pihak kepolisian juga akan terus memantau situasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya mengenali tanda-tanda gangguan jiwa serta cara merespons kejadian yang mungkin terjadi di lingkungan sekitar.

Pihak berwenang juga akan terus bekerja sama dengan lembaga kesehatan dan komunitas setempat untuk memastikan bahwa individu dengan gangguan jiwa mendapatkan perlindungan dan bantuan yang diperlukan.

Kesimpulan

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat dan pihak berwenang untuk lebih waspada terhadap tindakan yang mungkin dilakukan oleh individu dengan kondisi mental yang tidak stabil. Selain itu, pentingnya koordinasi antara aparat kepolisian, keluarga, dan lingkungan setempat dalam mengatasi masalah seperti ini.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *