banner 728x250

PDIP Kritik Penegakan Hukum Bencana Ekologi, Hasto: Merawat Bumi Dasar Kehidupan

banner 120x600
banner 468x60

Penegakan Hukum yang Lemah dan Bencana Ekologi

Kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan menjadi fokus utama dalam berbagai perayaan politik dan kebijakan pemerintah. Dalam konteks ini, penegakan hukum yang lemah sering dianggap sebagai salah satu faktor penyebab bencana ekologi yang terus menghantui masyarakat.

Peran PDIP dalam Menjaga Lingkungan

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menekankan bahwa kesadaran kolektif untuk merawat lingkungan harus menjadi prioritas utama. Ia menyatakan bahwa pengembalian keseimbangan alam dan politik lingkungan harus menjadi fondasi perjuangan partai, terutama di tengah ancaman bencana ekologis yang tak lepas dari lemahnya penegakan hukum.

banner 325x300

“Bencana ekologi ini muncul karena tiadanya penegakan hukum yang berkeadilan,” ujarnya saat membuka Konferensi Daerah (Konferda) PDIP Jawa Barat di Bandung, Minggu (7/12/2025).

Bencana Besar di Sumatera

Kritik dari PDIP ini muncul bersamaan dengan terjadinya bencana besar di tiga provinsi Pulau Sumatera. Banjir bandang dan longsor melanda kawasan tersebut setelah hujan deras mengguyur selama enam hari penuh pada akhir November hingga awal Desember 2025. Bencana ini menimbulkan korban jiwa, luka-luka, serta kerusakan luas pada infrastruktur dan ekosistem lingkungan.

Ribuan gelondongan kayu yang terbawa arus di sejumlah daerah terdampak mengindikasikan adanya perusakan hutan di kawasan hulu. Data resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu sore (7/12/2025) mencatat 923 orang meninggal dunia, 277 orang hilang, dan lebih dari 5.000 luka-luka. Sebanyak 849.133 jiwa mengungsi di 52 kabupaten/kota, sementara 105.000 rumah mengalami kerusakan berat maupun ringan.

Tema Konferda dan Semangat Merawat Bumi

Hasto menekankan bahwa tema Konferda yang mengangkat semangat sabilulungan merawat bumi sangat relevan dengan kondisi Indonesia. Ia menyinggung kebiasaan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang gemar merawat tanaman dan lingkungan sebagai teladan sederhana namun penting bagi kader.

“Tema Konferda ‘sabilulungan merawat bumi’ sangat tepat karena mengingatkan kita akan makna kehidupan yang harus dimulai dari merawat pertiwi,” ujarnya.

Pengalaman Hasto dan Pentingnya Sungai

Dalam pidatonya, Hasto mengisahkan pengalamannya menelusuri mata air Sungai Ciliwung atas permintaan Megawati pada 2012. Ia menyebut peristiwa itu sebagai simbol pentingnya menjaga sumber kehidupan.

“Kami menanam pohon beringin putih di sumber mata air itu. Itu jawaban atas pertanyaan Ibu Mega tentang dari mana Ciliwung bermula,” ucapnya.

Hasto meminta seluruh struktur partai di Jawa Barat menjadikan sungai sebagai halaman depan kehidupan. “Citarum, Ciliwung, sungai-sungai itu sejarah peradaban kita,” tuturnya.

Keindahan Alam dan Gagasan Besar

Menurutnya, Jawa Barat memiliki keindahan alam yang selama ini menjadi sumber inspirasi pemikiran besar, termasuk bagi Bung Karno. Ia menuturkan, kontemplasi Bung Karno tentang bangsa tidak terlepas dari interaksinya dengan alam Jawa Barat.

“Keindahan alam raya ini memunculkan gagasan besar tentang Indonesia Raya,” ungkapnya.

Pesan Megawati dan Kewajiban Bersama

Di hadapan peserta Konferda, Hasto juga menyampaikan pesan Megawati agar kader PDIP tidak meninggalkan sejarah perjuangan (Jasmerah) dan tetap menjaga spirit ideologis. Namun, ia menegaskan bahwa perjuangan masa kini harus diwujudkan dalam tindakan nyata, terutama dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Kalau kita rajin merawat bumi ini, maka keyakinan Bung Karno dan Ibu Mega, alam pun akan mencintai kita,” tutur Hasto.

Partisipasi dalam Konferda

Konferda PDIP Jabar turut dihadiri sejumlah Ketua DPP PDIP, antara lain Puti Soekarnoputri, Ribka Tjiptaning, dan Ronny Talapessy. Hadir pula senior partai Sutrisno Selo dan Eka Santosa, serta pejabat daerah seperti Sekda Jabar Herman Suryatman, Ketua DPRD Provinsi Jabar Buki Wibawa Karya Guna, dan perwakilan partai lain seperti PKS, PAN, PPP, dan NasDem.

Bencana yang menelan ratusan korban jiwa di Sumatera menjadi pengingat bahwa merawat bumi bukan pilihan, melainkan kewajiban bersama.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *