Pameran Kain dan Diplomasi Budaya di NTB
Pameran “Kain dan Diplomasi Budaya” yang dibuka oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Indah Dhamayanti Putri, menarik perhatian banyak pihak. Acara ini bertujuan untuk menegaskan bahwa budaya dan kain tradisional bukan hanya warisan, tetapi juga bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai perbedaan. Wagub Dinda menekankan pentingnya menghidupkan tradisi kain sebagai dokumen sejarah yang perlu dilestarikan dan diperkenalkan kepada generasi muda.
Pameran ini berlangsung di Museum Negeri NTB dan akan berlangsung hingga 24 Januari 2026. Dalam sambutannya, Wagub Dinda menyampaikan bahwa kain tradisional memiliki nilai historis yang tinggi. Ia menjelaskan bahwa kain tidak hanya menjadi benda pakai, tetapi juga menjadi dokumen sejarah yang ditenun, diwarnai, dan dihidupkan oleh tangan-tangan penjaga tradisi. Di setiap helai benang, tersimpan falsafah leluhur, sistem pengetahuan, kosmologi, serta doa dan harapan untuk generasi yang akan datang.
Wagub Dinda menambahkan bahwa budaya tidak hanya diwariskan, tetapi juga harus terus dihidupkan, diadaptasi, dan dilibatkan dalam percakapan global. Melalui pameran ini, ia berharap generasi muda semakin memahami kain bukan hanya sebagai produk, melainkan sebagai identitas, cermin sejarah, dan simbol martabat masyarakat NTB.
Kain sebagai Jiwa Pulau Lombok dan Sumbawa
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dekranasda NTB, Sinta M. Iqbal, menyampaikan bahwa pameran ini memberikan ruang untuk mempelajari jejak sejarah dan karakter masyarakat NTB. Ia menjelaskan bahwa dari jejak-jejak kecil, dari benang-benang inilah kita memahami jiwa, napas, dan karakter masyarakat Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa.
Ia juga menekankan bahwa setiap pulau memiliki giroh, jalur budaya, proses, dan sejarah yang berbeda-beda. Keduanya sama-sama kaya, tapi unik dengan caranya masing-masing. Sinta berharap negosiasi Museum Negeri NTB untuk menghadirkan kembali beberapa motif legendaris, yang kini berada di luar negeri dapat membuahkan hasil, sehingga masyarakat NTB dapat menyaksikan dan memahami makna serta kisahnya secara langsung.
Hadirnya Tokoh-Tokoh Penting
Pameran ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, seperti Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, Nunung Triningsih, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pendidikan Provinsi NTB, Lalu Hamdi, Kepala Divisi Hukum Umum Kanwil Kemenkumham NTB, serta Ketua Dekranasda Kabupaten Sumbawa, Lombok Tengah, dan Lombok Utara. Keberadaan mereka menunjukkan dukungan kuat terhadap upaya pelestarian budaya dan kain tradisional.
Pentingnya Pelestarian Budaya
Pameran ini juga menjadi momen penting untuk menunjukkan bahwa budaya dan kain tradisional tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga memiliki peran dalam membangun identitas dan martabat masyarakat. Dengan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam kain tradisional, generasi muda dapat lebih sadar akan pentingnya menjaga warisan budaya yang telah diwariskan oleh leluhur.
Melalui pameran ini, diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda, dapat lebih memahami bahwa kain bukan hanya sekadar benda, tetapi juga representasi dari kearifan lokal dan identitas budaya yang perlu dilestarikan. Dengan demikian, budaya dan kain tradisional akan terus hidup dan relevan dalam dunia modern.


















