banner 728x250

Pabrik Bioetanol Toyota dan Pertamina di Lampung Siap Produksi 60.000 Kiloliter Tahunan

banner 120x600
banner 468x60

Komitmen Toyota untuk Investasi di Indonesia

Toyota Motor Corporation telah menyatakan komitmennya untuk menanamkan investasi sebesar Rp2,5 triliun di Indonesia dalam upaya mengembangkan industri bioetanol. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap kebijakan pemerintah yang bertujuan menerapkan mandatory blending E10 pada tahun 2027. Fasilitas yang akan dibangun nantinya mampu memproduksi sebanyak 60.000 kiloliter bioetanol per tahun.

Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu dengan CEO Toyota Motor Corporation untuk kawasan Asia Masahiko Maeda di Jepang pada Jumat (7/11/2025). Todotua menyatakan bahwa langkah Toyota selaras dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kemandirian energi dan transisi menuju ekonomi hijau melalui pengembangan biofuel. Hal ini semakin mendesak mengingat harga impor BBM yang semakin meningkat.

banner 325x300

Pemerintah Indonesia telah menetapkan kebijakan mandatory blending bioethanol dalam bensin sebesar 10% [E10] yang akan mulai diterapkan pada tahun 2027. Dalam pernyataannya, Todotua mengungkapkan bahwa pihaknya melihat potensi besar kerja sama dengan Toyota untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi bioethanol di kawasan.

Dia menjelaskan bahwa kebutuhan bahan bakar dalam negeri yang mencapai lebih dari 40 juta kiloliter per tahun akan mendorong permintaan bioetanol hingga sekitar 4 juta kiloliter pada 2027. Oleh karena itu, pembangunan pabrik pendukung harus dimulai sejak sekarang agar Indonesia tidak kehilangan momentum.

Proyek Percontohan di Lampung

Sebagai proyek percontohan, Toyota dan Pertamina New Renewable Energy (NRE) akan memulai kerja sama pengembangan pabrik bioetanol di Lampung. Fasilitas tersebut direncanakan memiliki kapasitas produksi 60.000 kiloliter per tahun, dengan target pembentukan perusahaan patungan (joint venture) pada awal 2026.

Todotua menegaskan bahwa bahan baku tidak hanya berasal dari perusahaan, tetapi juga melibatkan petani dan koperasi tani setempat. Hal ini diharapkan dapat menggerakkan perekonomian di daerah.

Selain meningkatkan pasokan energi bersih, proyek ini diharapkan memperluas lapangan kerja serta memperkuat rantai pasok biomassa dalam negeri.

Pengembangan Teknologi Bioetanol Generasi Kedua

Toyota, melalui asosiasi riset Research Association of Biomass Innovation for Next Generation Automobile Fuels (RABIT), sedang mengembangkan teknologi bioetanol generasi kedua berbasis biomassa non-pangan, seperti limbah pertanian dan tanaman sorgum. Teknologi ini dinilai relevan dengan karakter agrikultur Indonesia yang memiliki beragam bahan baku potensial, seperti tebu, padi, singkong, kelapa sawit, dan aren.

Teknologi Mesin Ramah Lingkungan

Maeda, CEO Toyota, mengklaim bahwa perusahaan telah berhasil mengembangkan teknologi mesin kendaraan yang efisien dan ramah lingkungan dengan penggunaan bahan bakar E20. Bahkan, bahan bakar hijau tersebut telah diuji coba dalam mobil balap Super Formula.

Menurut Maeda, mesin dengan bahan bakar E20 dan Hybrid EV merupakan teknologi yang cocok digunakan dalam industri mobility saat ini.

Kebijakan Bioetanol di Negara Lain

Sementara itu, beberapa negara seperti Brazil sedang mengkaji kebijakan E100, yang berarti 100% bahan bakar berasal dari bioetanol. Kebijakan serupa juga diambil oleh beberapa negara seperti Amerika Serikat, RRT, India, Perancis, Thailand, dan Filipina yang sudah menerapkan kebijakan E10—E20.

Hubungan Ekonomi Indonesia-Jepang

Jepang merupakan salah satu mitra ekonomi utama Indonesia. Sejak berlakunya Indonesia–Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) pada 2008, nilai perdagangan kedua negara terus meningkat mencapai US$35,7 miliar.

Dalam lima tahun terakhir, investasi Jepang di Indonesia mencapai US$18,89 miliar, menjadikannya investor asing terbesar keempat dengan pertumbuhan rata-rata tahunan 12,4%.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *