Perjanjian Dagang Indonesia dan Amerika Serikat Terus Berjalan
Pemerintah Indonesia memastikan bahwa proses penyelesaian perjanjian dagang resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) akan terus berlanjut sesuai komitmen yang telah disepakati. Meskipun sempat dikabarkan menghadapi tantangan, kini langkah-langkah penting telah diambil untuk memastikan kesepakatan ini segera tuntas.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa pihaknya sedang mempercepat penyelesaian reciprocal tariff agreement dengan AS. Tujuan utamanya adalah agar negosiasi dapat rampung pada akhir tahun 2025. Untuk mencapai target tersebut, Airlangga bersama tim negosiasi akan segera melakukan kunjungan ke Washington pekan depan.
“Perjanjian mengenai reciprocal tariff itu akan dilanjutkan dalam waktu dekat. Saya akan mengirim tim ke Washington minggu depan, dan harapannya sampai akhir tahun ini apa yang sudah diperjanjikan oleh kedua pemimpin, yaitu Presiden Prabowo dan Presiden Trump, bisa dituangkan dalam draft agreement,” ujar Airlangga kepada awak media.
Komunikasi Langsung dengan Pihak AS
Airlangga menyampaikan bahwa perkembangan positif ini didapat setelah dirinya berkomunikasi langsung dengan United States Trade Representative (USTR), Ambassador Jameson Greer, pada Kamis malam. Ia menegaskan bahwa kedua pihak sepakat untuk menuntaskan seluruh komitmen yang tertuang dalam leaders declaration pada 22 Juli lalu.
Menurutnya, Indonesia menjadi negara ketiga yang telah mencapai kesepakatan dagang dengan AS dalam kerangka resiprokal tersebut, dan hal ini mendapat apresiasi dari pemerintah AS. Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan kerja sama ekonomi antara dua negara semakin kuat dan saling menguntungkan.
Tidak Ada Hambatan Non-Tarif
Airlangga menambahkan bahwa tidak ada lagi masalah terkait hambatan non-tarif (non-tariff barrier). Saat ini, hanya tinggal menunggu finalisasi dalam bentuk penulisan teknis dokumen.
“Non-tariff barrier tinggal ditulis saja. Semua sudah selesai antara Pak Presiden Prabowo dan Presiden Trump sudah selesai, itu sudah menjadi bagian dari joint statement kemarin. Yang jadi masalah karena belum ditandatangani,” ujarnya.
Pemerintah menargetkan seluruh proses perjanjian dapat diselesaikan sebelum akhir tahun 2025, sesuai arahan Presiden Prabowo. Dengan rampungnya kesepakatan ini, Indonesia berharap kerja sama ekonomi dengan AS semakin kuat dan saling menguntungkan.
AS Juga Akan Lanjutkan Negosiasi
Perwakilan Dagang Amerika Serikat (AS) Jamieson Greer mengatakan, ia akan membahas kesepakatan perdagangan dengan Indonesia. Ini setelah seorang pejabat Amerika mengatakan kesepakatan yang dicapai antara kedua negara pada bulan Juli berisiko batal.
Greer menolak untuk membahas keadaan pembicaraan perdagangan dengan Indonesia. Ia mengatakan, pembicaraan tersebut tunduk pada perjanjian kerahasiaan, tetapi menggarisbawahi minat Washington untuk menyelesaikan kesepakatan perdagangan tersebut.
“Kami selalu siap untuk bergerak maju, dan untuk bergerak maju dengan cepat, dan saya akan melakukan percakapan dengan mitra saya di Indonesia besok pagi … untuk membicarakan kemajuan,” kata Greer dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Atlantic Council.
“Saya ingin sekali melihat kesepakatan itu selesai dan tuntas. Saya pikir itu demi kepentingan mereka dan kita,” tambahnya.
