Bantuan Sembako Murah untuk Jemaat Gereja di Kepulauan Sula
Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengambil langkah proaktif dalam memastikan ketersediaan bahan pokok yang terjangkau bagi masyarakat, khususnya pada momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah penyaluran bantuan sembako murah kepada jemaat gereja di Kabupaten Kepulauan Sula.
Program ini merupakan bagian dari Gebyar Pasar Murah yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku Utara. Tujuan utamanya adalah menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok selama masa perayaan Natal dan Tahun Baru. Dengan adanya program ini, pemerintah berharap masyarakat dapat merayakan hari besar dengan tenang dan aman.
Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis pada Rabu, 25 Desember 2025, oleh Sultan Ternate, Hidayattulah Mudaffar Sjah, yang juga menjabat sebagai Anggota DPD RI. Ia mewakili Gubernur Maluku Utara Sherly Laos dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe. Penyerahan bantuan dilakukan di beberapa gereja yang ada di Kecamatan Sanana, antara lain:
- Gereja Protestan Jemaat GPM Desa Mangon
- Gereja Pantekosta Desa Fagudu
- Gereja Katolik Desa Fagudu
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan bantuan langsung kepada masyarakat, tetapi juga menjadi wujud semangat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama di Kepulauan Sula. Di tengah perayaan Natal, pemerintah mencoba memperkuat ikatan sosial melalui kegiatan yang bersifat inklusif dan saling mendukung.
Dalam program Gebyar Pasar Murah, pemerintah menyiapkan sebanyak 2.000 paket sembako. Penyerahan perdana dilakukan di Gereja Katolik Desa Fagudu, kemudian dilanjutkan dengan distribusi ke berbagai titik lainnya. Setiap paket sembako berisi bahan-bahan pokok yang penting seperti beras, minyak goreng, gula, telur, dan bahan makanan lainnya yang biasa dibutuhkan selama perayaan.
Selain itu, program ini juga menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap masyarakat yang sedang menghadapi tekanan ekonomi. Dengan harga yang lebih murah, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka tanpa harus khawatir terhadap kenaikan harga yang sering terjadi menjelang liburan.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap bahwa program ini dapat memberikan dampak positif yang nyata. Masyarakat akan merasa didukung dan diperhatikan oleh pemerintah, terutama dalam momen-momen penting seperti Natal dan Tahun Baru. Selain itu, program ini juga menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan komunitas lokal untuk menciptakan suasana harmonis dan sejahtera.
Dengan adanya inisiatif seperti ini, diharapkan semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama akan semakin kuat. Pemerintah juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.


















