Lonjakan Kasus ISPA dan DBD di Puskesmas Rangas Selama Musim Hujan
Musim hujan yang berlangsung sejak Agustus hingga Oktober 2025 menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah Puskesmas Rangas. Data yang dirangkum menunjukkan bahwa rata-rata sekitar 100 kasus ISPA tercatat setiap bulannya. Hal ini menjadi perhatian serius bagi petugas kesehatan setempat, terutama karena anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan mengalami infeksi tersebut.
Peningkatan kasus ISPA disebabkan oleh kondisi cuaca yang lembap akibat musim hujan. Kelembapan udara memicu perkembangan virus dan bakteri yang mudah menyebar, terutama di lingkungan yang tidak bersih. Kepala Puskesmas Rangas, Sri Sulfiani, menjelaskan bahwa anak-anak lebih rentan karena daya tahan tubuh mereka belum sepenuhnya berkembang. “Anak-anak memiliki imunitas yang masih lemah, sehingga mudah tertular penyakit saat kondisi lingkungan tidak terjaga,” ujar Sri.
Data dari Puskesmas Rangas menunjukkan bahwa pada Agustus 2025 terdapat 112 kasus ISPA, dengan rincian 29 anak-anak, 14 remaja, dan 69 orang dewasa. Jumlah ini sedikit menurun pada September menjadi 103 kasus, dengan distribusi 37 anak, 15 remaja, dan 51 orang dewasa. Meskipun jumlahnya fluktuatif, kunjungan pasien dengan gejala ISPA tetap mencapai rata-rata 100 kasus per bulan selama periode Agustus hingga Oktober.
Selain ISPA, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) juga tetap menjadi perhatian masyarakat dan petugas kesehatan. Meski jumlah kasus DBD bervariasi setiap bulannya, kejadian ini terjadi hampir setiap bulan. Contohnya, pada Januari 2025 terdapat 11 kasus, April 2025 ada delapan kasus, dan Oktober 2025 tercatat tiga kasus DBD.
Sri Sulfiani menegaskan bahwa masyarakat harus lebih waspada dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama tempat penampungan air yang bisa menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti. Ia menyarankan agar warga rutin menguras bak mandi, gentong air, dan tempat penampungan lainnya untuk mencegah perkembangan nyamuk. Selain itu, masyarakat diminta untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti menjaga kebersihan rumah, menggunakan kelambu, serta menghindari area yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Pengawasan terhadap lingkungan dan kebersihan diri sangat penting dalam mencegah penyebaran penyakit selama musim hujan. Dengan kesadaran masyarakat yang tinggi, diharapkan dapat menekan angka kasus ISPA dan DBD di wilayah Puskesmas Rangas.
