banner 728x250

Meski Sering Evaluasi, Kecelakaan Lalu Lintas Batam Masih Tinggi

banner 120x600
banner 468x60

Kecelakaan Lalu Lintas di Batam Masih Tinggi

Meski rapat evaluasi rutin digelar setiap bulan, angka kecelakaan lalu lintas di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), masih tergolong tinggi. Peristiwa terbaru terjadi di Jalan Yos Sudarso, Batu Ampar, pada Rabu, 22 Oktober 2025, ketika sebuah truk kontainer bermuatan beko terguling dan menimpa pengendara motor. Kejadian ini menunjukkan bahwa masalah keselamatan lalu lintas di kota tersebut masih menjadi perhatian serius.

banner 325x300

Langkah Pemerintah dan Kepolisian

Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau, Irjen Pol Asep Safrudin, mengakui bahwa tingginya angka kecelakaan di Batam menjadi fokus utama pihaknya. Ia menegaskan bahwa evaluasi terus dilakukan untuk menemukan solusi yang menyeluruh dan efektif.

“Saya sudah melakukan rapat khusus terkait dengan tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Batam. Kami juga sudah memerintahkan Kapolresta Barelang untuk berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait,” ujar Asep.

Rapat evaluasi tersebut melibatkan berbagai instansi seperti Dinas Perhubungan, Badan Pengusahaan (BP) Batam, hingga pelaku usaha transportasi. Tujuannya agar penanganan kecelakaan lalu lintas dilakukan secara komprehensif, bukan hanya fokus pada pelanggaran pengguna jalan.

“Persoalan kecelakaan tidak hanya disebabkan oleh faktor manusia, tapi juga dipengaruhi sarana dan prasarana seperti rambu lalu lintas, lampu pengatur, hingga kondisi cuaca,” jelasnya.

Evaluasi Rutin Tiap Bulan

Kapolresta Barelang Kombes Zaenal Arifin menegaskan pentingnya pendekatan berbasis data dan respons cepat dalam setiap langkah pengambilan keputusan. Setiap tindakan harus didasari data yang akurat serta respons yang cepat. Dengan transformasi pada organisasi, operasional, dan pelayanan publik, diharapkan angka kecelakaan bisa ditekan.

Di sisi lain, Kasat Lantas Polresta Barelang Kompol Afiditya Arief Wibowo memaparkan lima pilar keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan sebagai dasar evaluasi. Ia juga mengungkapkan beberapa titik rawan kecelakaan di Batam serta penyebab dominannya, seperti pelanggaran U-turn dan pengendara yang melawan arus.

Satlantas pun mengusulkan sejumlah langkah konkret, antara lain penutupan titik U-turn berisiko tinggi, pemasangan rambu tambahan dan marka jalan, dan pembagian lajur di ruas-ruas utama Kota Batam.

Sinergi Lintas Instansi

Dalam rapat evaluasi tersebut, BPTD memaparkan data kecelakaan beserta faktor penyebab utamanya. Sementara Dinas Perhubungan menyoroti kebutuhan dukungan anggaran serta rencana penambahan APILL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas) di titik rawan.

Dari pihak BP Batam, disampaikan bahwa sejumlah perbaikan infrastruktur jalan kini menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Batam, bukan lagi di bawah Kementerian PUPR maupun Pemerintah Provinsi Kepri.

Beberapa usulan penting juga muncul dalam rapat tersebut. Di antaranya Pembuatan Save Zone di Jalan Gajah Mada, Pembentukan grup koordinasi WhatsApp antar-lima pilar keselamatan, serta komitmen bersama memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas instansi.

Harapan Masa Depan

Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan tingkat kecelakaan lalu lintas di Kota Batam dapat menurun secara signifikan, dan keselamatan pengguna jalan semakin terjamin. Kolaborasi antar instansi menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *