Kemitraan Energi Indonesia dan Malaysia di Blok Bobara
PT Pertamina (Persero) dan Petroliam Nasional Berhad atau Petronas telah menandatangani Farm-Out Agreement (FOA) dalam kontrak bagi hasil (production sharing contract/PSC) Blok Bobara, Papua Barat. Penandatanganan FOA ini dilakukan oleh afiliasi PT Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu PT Pertamina Hulu Energi Bobara, dan afiliasi Petronas, Petronas E&P Bobara Sdn. Bhd.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan bahwa penandatanganan FOA Blok Bobara bukan hanya sebuah tonggak kontraktual, tetapi juga wujud nyata dari kemitraan energi antara Malaysia dan Indonesia. Ia menyampaikan bahwa kesepakatan ini mencerminkan sinergi kapabilitas yang saling melengkapi serta tanggung jawab bersama dalam memperkuat ketahanan energi kawasan dan mendorong pembangunan berkelanjutan.
Simon juga menyampaikan permintaan dukungan untuk pertumbuhan bisnis Pertamina di Malaysia, sejalan dengan portofolio jangka panjang Petronas di Indonesia. Dukungan tersebut termasuk peluang bagi Pertamina menjadi operatorship di Malaysia Balingian PSC dan PSC lainnya.
Penandatanganan FOA PSC Blok Bobara dilakukan pada saat perhelatan KTT ASEAN Summit ke-47 Tahun 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Minggu (26/10/2025). Kesepakatan ini juga bertepatan dengan dua hari menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 pada 28 Oktober 2025.
Dalam kemitraan di Blok Bobara, PHE akan memiliki 24,5% hak partisipasi (participating interest/PI) bersama Petronas dan TotalEnergies. Wilayah Kerja Bobara terletak di perairan laut dalam (ultra-deepwater) Papua Barat.
Penandatanganan FOA PSC Bobara dilakukan oleh Direktur Pertamina Hulu Energi Bobara, Muhamad Arifin dan Direktur Petronas E&P Bobara Sdn. Bhd., Yuzaini Md Yusof, serta disaksikan oleh sejumlah pejabat tinggi dari Pertamina dan Petronas.
Direktur Utama PHE, Awang Lazuardi, mengatakan bahwa kemitraan di Blok Bobara mencerminkan sinergi kuat dan komitmen bersama antara Pertamina, Petronas, dan TotalEnergies untuk melangkah maju. Menurutnya, PSC Bobara selaras dengan fokus strategis PHE dalam mengeksplorasi dan mengembangkan peluang baru di area frontier.
Sebelumnya, Petronas dan TotalEnergies juga telah menandatangani FOA PSC Blok Bobara pada gelaran Energy Asia 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Petronas akan tetap menjadi operator di Blok Bobara melalui anak perusahaannya, Petronas Energy Bobara Sdn Bhd. Sementara itu, TotalEnergies akan memperkuat eksekusi program eksplorasi dan pengembangan blok tersebut berkat keahlian teknis dan pengalaman globalnya.
Blok Bobara memiliki luas area 8.444,49 km2 dengan potensi sumber daya minyak dan gas bumi sebesar 6,8 billion barrel oil equivalent (Bboe). Kontrak bagi hasil WK Bobara merupakan kontrak eksplorasi dengan jangka waktu 30 tahun yang ditandatangani pada Mei 2024. Kontrak ini memiliki komitmen pasti senilai US$16,92 juta, yang terdiri atas tiga studi geologi dan geofisika (G&G) dan survei seismic resolution seluas 2.000 km2, serta bonus tanda tangan sebesar US$50.000.
Sinergi yang Menguntungkan
Kemitraan antara Pertamina dan Petronas di Blok Bobara tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga meningkatkan kapasitas teknis dan pengalaman operasional dalam pengelolaan sumber daya energi. Dengan adanya TotalEnergies sebagai mitra, Blok Bobara akan mendapatkan akses ke teknologi dan metode eksplorasi terkini yang dapat mempercepat proses pengembangan sumber daya.
Selain itu, kemitraan ini juga menjadi contoh bagaimana negara-negara ASEAN dapat bekerja sama dalam memenuhi kebutuhan energi nasional dan regional. Dengan kerja sama yang baik antara Pertamina dan Petronas, diharapkan Blok Bobara dapat menjadi salah satu sumber energi penting bagi Indonesia dan wilayah sekitarnya.
Potensi Besar di Blok Bobara
Blok Bobara memiliki potensi besar dalam produksi minyak dan gas bumi. Dengan luas area yang cukup besar dan potensi sumber daya yang signifikan, Blok Bobara bisa menjadi salah satu blok eksplorasi yang paling strategis di Indonesia. Dengan adanya kontrak bagi hasil yang jelas dan komitmen finansial yang kuat, proyek ini diharapkan dapat berjalan secara efisien dan memberikan manfaat jangka panjang.
Kehadiran Pertamina, Petronas, dan TotalEnergies di Blok Bobara juga menunjukkan bahwa kemitraan lintas batas dapat menjadi solusi yang efektif dalam menghadapi tantangan energi global. Dengan kombinasi sumber daya, teknologi, dan pengalaman, Blok Bobara memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu blok eksplorasi yang sukses di masa depan.
