Indeks

Longsor Tuntas, Jalur Solok–Padang Kembali Normal

Akses Jalan Solok-Padang Kembali Normal

Akses jalan lintas Solok-Padang kini kembali dapat dilalui oleh kendaraan roda empat dan dua setelah sebelumnya tertutup oleh material longsor di jalur utama daerah tersebut, khususnya di kawasan Ripha Pharma, Lubuk Selasih, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Perbaikan dilakukan oleh tim lapangan hingga pagi ini, sehingga akses jalan kembali normal.

Kepala Satuan Lalulintas Polres Solok Arosuka Iptu Rido mengatakan bahwa akses jalan Padang-Solok sampai pagi ini masih lancar dilalui pengendara roda empat maupun roda dua, baik dari jalur Solok ke Padang, begitu pula sebaliknya. Meski demikian, ia mengimbau pengendara tetap meningkatkan kewaspadaan saat melewati daerah yang rawan longsor dan pohon tumbang.

Satlantas juga mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan fokus saat berkendara di tengah kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang. Imbauan ini bertujuan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang bisa meningkat akibat jalan licin dan jarak pandang terbatas.

Beberapa tips keselamatan berkendara yang diberikan oleh Satlantas antara lain:

  • Memeriksa kondisi fisik kendaraan
  • Memperhatikan kondisi ban
  • Memastikan lampu kendaraan berfungsi
  • Mengurangi kecepatan saat berkendara
  • Menghindari rem mendadak
  • Mewaspadai genangan air

Cuaca Ekstrem dan Potensi Bencana

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Sumatera Barat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. Prediksi cuaca ekstrem ini akan berlangsung hingga Sabtu (29/11).

Peringatan ini dikeluarkan karena adanya potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah di Sumatera Barat. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana alam yang mungkin terjadi.

Beberapa langkah yang disarankan antara lain:

  • Menjauhi wilayah terbuka, pohon, bangunan, atau infrastruktur yang rapuh saat terjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang
  • Memperhatikan informasi cuaca secara berkala
  • Menyimpan peralatan darurat di rumah

Status Darurat Bencana di Kabupaten Solok

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, Sumatera Barat, telah menetapkan status darurat bencana alam hidrometeorologi hingga 14 hari ke depan akibat tingginya intensitas curah hujan sejak beberapa hari terakhir.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Solok Medison menyampaikan bahwa Pemkab Solok telah resmi menetapkan status keadaan darurat bencana selama 14 hari ke depan, mulai 25 November 2025 dengan status siaga satu atau awas. Penetapan ini dilakukan untuk mempercepat langkah penanganan dan pemulihan kondisi masyarakat.

“Status kita sudah siaga bencana terhitung 14 hari ke depan, tolong dilengkapi dengan undangan rapat, notulen rapat, SK penetapan status, dan dokumentasi kegiatan,” ujar Sekda.

Lebih lanjut, Sekda menginstruksikan untuk memberikan bantuan kompensasi kepada masyarakat berupa stimulan, bantuan bibit dan lain sebagainya. Untuk setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait, Sekda mengimbau untuk menyusun anggaran (RKB) yang nantinya akan dievaluasi oleh Inspektorat Daerah. Selain itu masing-masing OPD mengajukan dana Bantuan Tak Terduga (BTT) berdasarkan hasil evaluasi Inspektorat Daerah sesuai aturan yang berlaku.

Penanganan Infrastruktur dan Bencana

Terkait dengan akses infrastruktur, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah membuat laporan dan proposal untuk dikirim ke pusat berupa PDF Data Dampak Akibat Bencana.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok Marizal menambahkan bahwa banyaknya kejadian bencana yang telah terjadi serta intensitas curah hujan yang terus meningkat beberapa hari terakhir hingga saat ini menjadi alasan utama penanganan darurat.

Exit mobile version