banner 728x250

Liga 3 Diwarnai Rasisme! Laga Waanal Brothers vs Gresik United Dihentikan, Sahala Marudut Tigor Tuduh Panpel

banner 120x600
banner 468x60



Gresik United berhasil meraih kemenangan pertama mereka di Liga 3 Nusantara 2025-2026. Dalam laga Grup D, Laskar Joko Samudro sukses mengalahkan Waanal Brothers FC dengan skor 3-1 di Lapangan THOR, Surabaya, pada Jumat malam (6/11).

Pertandingan berjalan cukup menegangkan sejak awal. Gresik United kebobolan lebih dulu melalui penalti yang dieksekusi oleh Andryansyah pada menit ke-5. Namun, tim asal Gresik tidak menyerah dan mampu membalas tiga gol dalam waktu singkat. Gol-gol tersebut dicetak oleh Alif Jaelani lewat penalti pada menit ke-16, Wahyu Agung di menit ke-19, serta Rafi Herlianto pada menit ke-53.

banner 325x300

Pelatih Gresik United, Andik Ardiansyah, menyampaikan rasa syukur atas kemenangan ini. Menurutnya, hasil positif ini sangat penting bagi mental pemain. “Kemenangan ini memberi semangat dan motivasi tambahan untuk laga-laga selanjutnya,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi penampilan anak asuhnya. Pada pertandingan pertama melawan Persekabpas Kabupaten Pasuruan (1/12), Gresik United gagal mencetak gol. Namun, kali ini mereka menunjukkan peningkatan yang signifikan. “Hasil evaluasi telah dilaksanakan dengan baik,” tambahnya.

Sayangnya, kemenangan Gresik United tidak sepenuhnya bersih. Pertandingan diwarnai oleh tindakan tidak terpuji dari oknum supporter yang berada di luar pagar Lapangan THOR. Mereka meneriakkan kata-kata rasisme kepada pemain Waanal Brothers FC.

Wasit Fadlan yang memimpin pertandingan sempat menghentikan jalannya pertandingan pada menit ke-78. Ia meminta panpel membubarkan kerumunan supporter di luar pagar tersebut. Pertandingan baru dilanjutkan lagi pada menit ke-83.

Salahkan Panpel Pertandingan

Pemain Waanal Brothers FC yang mendapat ucapan rasisme, pelatih Sahala Marudut Tigor, mengkritik keras kinerja panpel. Menurutnya, kehadiran supporter di luar pagar menunjukkan bahwa panpel tidak bekerja maksimal sesuai regulasi.

“Panpel harus introspeksi atas kejadian ini. Harus diminimalisir adanya supporter,” jelasnya.

Sahala menilai, ucapan rasisme dan provokasi sulit dihindari ketika banyak oknum supporter datang. “Karena mereka diberi ruang sehingga bisa mengucapkan kata-kata kasar,” tegasnya.

Panpel Akan Evaluasi

Kejadian hadirnya supporter di luar pagar Lapangan THOR menjadi pelajaran berharga bagi panpel grup D. Venue Manager Christian Ariando menjelaskan bahwa pihaknya sudah berusaha maksimal meminimalisir kehadiran supporter.

“Namun, ini akan menjadi bahan evaluasi. Kami juga akan melaporkan kejadian ini kepada PSSI dan operator kompetisi,” ujarnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *