banner 728x250

Lebih Hemat: Token Listrik 50 Ribu atau 100 Ribu untuk 900 VA?

banner 120x600
banner 468x60

Jenis Pembelian Token Listrik yang Tersedia

Pembelian token listrik bisa dilakukan dengan berbagai nominal mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 1.000.000. Beberapa orang lebih sering membeli dalam jumlah kecil, misalnya sebesar Rp 50.000, sementara yang lain lebih memilih membeli dalam jumlah besar seperti Rp 100.000.

Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Jawa Timur, Dana Puspita Sari, menjelaskan bahwa pembelian token listrik akan dikonversikan dari rupiah menjadi kilowatt-hour (kWh). Namun, perolehan kWh berbeda-beda tergantung daya listrik dan nominal token yang dibeli. Semakin besar nominal token, semakin besar pula jumlah kWh yang diperoleh.

banner 325x300

Perbedaan Harga Token Berdasarkan Tarif

Harga token listrik untuk rumah tangga dengan daya 900 VA dibedakan menjadi dua, yaitu subsidi dan non-subsidi. Untuk rumah tangga dengan daya 900 VA subsidi, harga token per kWh lebih murah daripada yang non-subsidi. Berikut ini adalah daftar harga token per kWh untuk daya 900 VA:

  • Daya 900 VA subsidi: Rp 605 per kWh
  • Daya 900 VA non-subsidi: Rp 1.352 per kWh

Selain itu, setiap pembelian token listrik juga dikenakan PBJT yang nilainya bervariasi sesuai lokasi dan penyedia layanan pembayaran. Selain itu, ada biaya admin yang nominalnya tergantung pada tempat pembelian atau penyedia layanan.

Simulasi Penghitungan Pembelian Token Listrik

Berikut ini simulasi penghitungan pembelian token listrik senilai Rp 50.000 dan Rp 100.000 beserta jumlah kWh yang diterima:

Pengguna Daya 900 VA Subsidi

  1. Token listrik Rp 50.000 daya 900 VA subsidi

    Pembelian token listrik Rp 50.000 untuk daya 900 VA subsidi akan dikenai potongan PBJT sebesar 10 persen, yakni Rp 5.000. Selain itu, pengguna juga mungkin dikenai biaya administrasi sekitar Rp 1.750, tergantung pada penyedia layanan pembayarannya. Dengan demikian, besaran kWh yang diperoleh dari pembelian token listrik Rp 50.000 untuk daya 900 VA adalah 71,49 kWh.

  2. Token listrik Rp 100.000 daya 900 VA subsidi

    Pembelian token listrik Rp 100.000 untuk daya 900 VA subsidi akan dikenai potongan PBJT sebesar 10 persen, yaitu Rp 10.000. Biaya administrasi yang dikenakan juga sekitar Rp 1.750, tergantung pada penyedia layanan pembayarannya. Dengan demikian, besaran kWh yang diperoleh pelanggan daya 900 VA subsidi yang membeli token Rp 100.000 adalah 145,87 kWh.

Pengguna Daya 900 VA Non-Subsidi

  1. Token listrik Rp 50.000 daya 900 VA non-subsidi

    Harga token listrik per kWh untuk rumah tangga daya 900 VA non-subsidi adalah Rp 1.352. Pembelian token senilai Rp 50.000 akan dikenai potongan PBJT sebesar 10 persen, yaitu Rp 5.000. Biaya administrasi yang dikenakan juga sekitar Rp 1.750, tergantung pada penyedia layanan pembayaran. Dengan demikian, besaran kWh yang diperoleh pelanggan dengan daya 900 VA non-subsidi yang membeli token listrik Rp 50.000 adalah 31,99 kWh.

  2. Token listrik Rp 100.000 daya 900 VA non-subsidi

    Harga token listrik per kWh untuk rumah tangga daya 900 VA non-subsidi tetap sama, yakni Rp 1.352. Pembelian token senilai Rp 100.000 akan dikenai potongan PBJT sebesar 10 persen, yaitu Rp 10.000. Biaya administrasi yang dikenakan juga sekitar Rp 1.750, tergantung pada penyedia layanan pembayaran. Dengan demikian, besaran kWh yang diperoleh pelanggan daya 900 VA non-subsidi yang membeli token listrik Rp 100.000 adalah 65,27 kWh.

Keuntungan Membeli Token Listrik dengan Nominal Besar

Berdasarkan perhitungan di atas, token listrik dengan nominal besar dinilai lebih menguntungkan karena biaya admin bersifat tetap, sedangkan PBJT dipotong dalam bentuk persentase. Dengan kata lain, jika nilai token yang dibeli lebih besar, potongan tersebut menjadi lebih kecil secara proporsional, sehingga jumlah kWh yang diperoleh pun lebih banyak.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *