Indeks

KPK Selidiki Kantor Pemkab Ponorogo, Ini Pernyataan Hadi Priyanto

Penggeledahan KPK di Kantor Pemkab Ponorogo

Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, Jawa Timur, selama enam jam lebih pada hari Selasa (11/11/2025). Proses penggeledahan berlangsung di beberapa lokasi penting di dalam Gedung Graha Krida Praja. Setelah selesai, tim KPK membawa tiga koper dalam berbagai ukuran dari lokasi tersebut.

Dampingi Tim KPK, Tapi Tidak Masuk Ruangan

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Pemkab Ponorogo, Hadi Priyanto mendampingi tim KPK saat proses penggeledahan. Namun, ia tidak masuk ke dalam ruang yang digeledah. Ia mengaku tidak mengetahui dokumen apa saja yang dibawa oleh tim KPK dalam koper-koper tersebut.

Hadi menjelaskan bahwa penggeledahan dilakukan di dua ruangan utama, yaitu ruang kerja bupati dan sekda. Keduanya terletak di lantai 2 Gedung Graha Krida Praja. Ia hanya menyaksikan prosesnya dan tidak ikut masuk ke dalam ruangan.

Penggeledahan di Berbagai Lokasi

Selain ruang kerja bupati dan sekda, tim KPK juga melakukan penggeledahan di ruang kerja direktur utama (dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono Ponorogo. Selain itu, ruang pribadi bupati yang berada di Pringgitan (rumah dinas Bupati Ponorogo) juga tidak luput dari penggeledahan.

Dari informasi yang beredar, sekitar 20 orang anggota tim KPK melakukan penggeledahan di tiga lokasi tersebut. Mereka disebar untuk mempermudah proses pencarian barang bukti baru. Tidak hanya ruang kerja, ruang pribadi dan pengadaan barang serta jasa Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Ponorogo juga menjadi fokus penggeledahan.

Bawa Tiga Koper Besar

Usai menggeledah, tim KPK keluar dari Gedung Graha Krida Praja dengan membawa tiga koper besar. Koper pertama berwarna krem, koper kedua hitam berukuran besar, dan koper ketiga hitam namun berukuran kecil. Mereka langsung memasukkan koper-koper tersebut ke mobil yang telah menunggu di depan gedung.

Mobil pertama adalah Toyota Innova berplat nomor AE 1305 YA, lalu mobil kedua juga Toyota Innova berplat nomor AE 1047 CI dan ketiga pun Toyota Innova berplat nomor AE 1305 YO. Saat ditanya tentang isi koper, tim KPK memilih bungkam dan langsung masuk ke mobil untuk pergi.

Kasus OTT yang Melibatkan Bupati dan Sekda

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko terjerat kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Jumat (7/9/2025). Sugiri tidak sendiri, karena Sekda Ponorogo Agus Pramono, Dirut RSUD dr Harjono, dr Yunus Mahatma, dan Sucipto, rekanan RSUD dr Harjono Ponorogo, juga terseret dalam kasus ini.

Keempatnya ditetapkan sebagai tersangka suap dan gratifikasi oleh KPK pada Sabtu (8/11/2025). Penggeledahan di kantor Pemkab Ponorogo kemungkinan merupakan bagian dari upaya KPK untuk mencari bukti tambahan terkait kasus ini.




Exit mobile version