banner 728x250

Kodam Tanjungpura Ungkap Kronologi Serangan Warga Tiongkok terhadap Prajurit TNI di Ketapang

banner 120x600
banner 468x60

Insiden Penyerangan terhadap Prajurit TNI AD di Kalimantan Barat

Sebuah insiden menarik perhatian publik terjadi di wilayah Kalimantan Barat, tepatnya di area tambang PT Sultan Rafli Mandiri (SRM), Ketapang. Pada hari Minggu (14/12), belasan warga negara asing (WNA) dari Tiongkok, yang berasal dari Beijing, dilaporkan melakukan penyerangan terhadap prajurit TNI AD dari Batalyon Zeni Tempur 6/Satya Digdaya (Yonzipur 6/SD). Kejadian ini kemudian mendapat respons resmi dari Kodam XII/Tanjungpura.

Dalam keterangan resmi yang disampaikan oleh Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XII/Tanjungpura, Kolonel Infanteri Yusub Dody Sandra, kejadian tersebut memang benar terjadi. Secara keseluruhan, sebanyak 15 WNA Tiongkok terlibat dalam aksi penyerangan tersebut. Menurut informasi yang diberikan, saat itu empat prajurit dari Yonzipur 6/SD sedang melaksanakan Latihan Dalam Satuan di PT SRM sekitar pukul 15.40 WIB.

banner 325x300

Awal dari kejadian ini berawal ketika para prajurit menerima laporan dari satpam PT SRM bahwa ada drone yang terbang di sekitar area latihan. Laporan ini kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan pengejaran dan mendatangi lokasi asal operasional drone tersebut. Di lokasi itu, para prajurit menemukan empat orang WNA Tiongkok.

Saat dilakukan pengambilan keterangan terhadap keempat WNA tersebut, tiba-tiba muncul 11 orang WNA lainnya yang langsung melakukan penyerangan terhadap anggota TNI AD. Mereka menggunakan senjata tajam seperti parang, airsoftgun, dan satu alat setrum. Aksi ini memicu situasi yang sangat kritis.

Lantaran jumlah yang tidak seimbang, para prajurit TNI memilih untuk menghindari eskalasi konflik dan kembali ke area perusahaan untuk mengamankan situasi serta membuat laporan kepada pimpinan. Saat ini, motif penyerangan dan alasan belasan WN Tiongkok menerbangkan drone di lokasi tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh petugas. Termasuk juga pendalaman atas kerusakan berat pada satu kendaraan milik perusahaan.

Kerugian Material Akibat Insiden

Dari insiden ini, terdapat beberapa kerugian materiil yang dialami oleh perusahaan. Kerusakan berat tercatat pada satu unit mobil perusahaan jenis Hilux dan satu unit sepeda motor vario milik karyawan PT SRM. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya dampak dari insiden yang terjadi.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Petugas masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap lebih lanjut tentang motif dan alasan belasan WNA Tiongkok tersebut melakukan tindakan yang mereka lakukan. Selain itu, pihak berwenang juga sedang memperdalam informasi mengenai kerusakan yang terjadi pada kendaraan perusahaan.

Insiden ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk tetap waspada dan menjaga keamanan di area-area yang sensitif, terutama di wilayah tambang atau tempat-tempat yang sering dijadikan objek aktivitas tertentu. Dengan adanya kejadian ini, diharapkan bisa memberikan pelajaran penting tentang pentingnya koordinasi antara pihak perusahaan dan aparat keamanan dalam menghadapi situasi yang tidak terduga.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *