banner 728x250

Ketua MTI Sulteng Dorong Integrasi Transportasi, Bus Trans Palu Butuh Dukungan Fasilitas

banner 120x600
banner 468x60

Integrasi Transportasi di Sulawesi Tengah: Tantangan dan Harapan

Integrasi transportasi antar moda, baik darat, laut maupun udara, menjadi fokus utama dalam pengembangan sistem transportasi di Sulawesi Tengah. Di kota Palu, salah satu aspek yang mendapat perhatian adalah keberlanjutan layanan Bus Trans Palu. Saat ini, layanan tersebut telah berhenti beroperasi sejak akhir Oktober 2024, dengan rencana untuk kembali beroperasi pada awal 2026.

Masalah Utama dalam Operasional Bus Trans Palu

Salah satu tantangan utama yang dihadapi Bus Trans Palu adalah kurangnya fasilitas penunjang seperti halte dan angkutan pengumpan (feeder). Hal ini menyebabkan kesulitan bagi masyarakat dalam mengakses layanan transportasi umum tersebut. Kehadiran angkutan feeder sangat penting karena akan membantu masyarakat mencapai titik pemberhentian bus secara lebih mudah.

banner 325x300

Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Sulawesi Tengah periode 2025–2028, Syarifuddin, menyoroti pentingnya integrasi transportasi antar moda. Ia menilai bahwa layanan Bus Trans Palu masih membutuhkan penguatan dari sisi fasilitas pendukung. Menurutnya, kehadiran halte dan angkutan feeder harus ditingkatkan agar layanan transportasi ini dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Peran Angkutan Pengumpan (Feeder)

Angkutan pengumpan (feeder) menjadi kunci dalam meningkatkan aksesibilitas terhadap Bus Trans Palu. Dengan adanya angkutan feeder, masyarakat akan lebih mudah mencapai titik pemberhentian bus, terutama dari daerah-daerah yang jauh dari pusat kota. Syarifuddin menegaskan bahwa Bus Trans Palu sejatinya diperuntukkan sebagai angkutan massal yang terjangkau bagi masyarakat.

Kesiapan Pemkot Palu

Saat ini, Pemkot Palu sedang fokus pada perbaikan infrastruktur halte bus. Persiapan ini dilakukan sebagai langkah awal untuk memastikan bahwa layanan Bus Trans Palu dapat kembali beroperasi pada tahun 2026. Proses ini melibatkan koordinasi antara pemerintah daerah dan berbagai stakeholder terkait.

Tanggung Jawab MTI Sulawesi Tengah

MTI Sulawesi Tengah siap memberikan masukan dan kajian kepada pemerintah daerah guna memperbaiki sistem transportasi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. Dalam hal ini, MTI berkomitmen untuk bekerja sama dengan pihak terkait dalam upaya menciptakan sistem transportasi yang ramah lingkungan, efisien, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Keberlanjutan Layanan Transportasi

Layanan Bus Trans Palu sebelumnya sempat menuai pro dan kontra, terutama karena biaya operasional yang cukup besar. Setiap bulannya, APBD kota Palu mengalokasikan dana sebesar Rp 1,8 miliar untuk 24 unit bus. Meski demikian, Syarifuddin menilai bahwa layanan ini tetap memiliki potensi besar jika dikelola dengan baik dan didukung oleh infrastruktur yang memadai.

Dengan integrasi transportasi yang lebih baik, diharapkan layanan Bus Trans Palu dapat menjadi solusi efektif dalam mengurangi kemacetan dan meningkatkan mobilitas masyarakat. Keterlibatan pemerintah daerah, masyarakat, serta organisasi seperti MTI sangat penting dalam mencapai tujuan tersebut.


banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *