banner 728x250

Kata Terakhir Timothy: Jatuh dari Lantai 4, Pesan untuk Ibunya

banner 120x600
banner 468x60

Detik-Detik Terakhir Timothy Anugerah Sebelum Meninggal

Pada Rabu (15/10/2025), seorang mahasiswa Universitas Udayana (Unud) di Bali, Timothy Anugerah Saputra (22 tahun), meninggal dunia setelah jatuh dari lantai 4 gedung FISIP. Kondisi ini menimbulkan banyak pertanyaan dan spekulasi, terutama mengenai penyebab kematian muda tersebut. Namun, kata-kata terakhir yang diucapkan oleh Timothy sebelum meninggal akhirnya terungkap.

Ibunda Timothy, Sharon, dalam sebuah podcast Denny Sumargo, menceritakan bagaimana putranya mengembuskan napas terakhirnya. Menurut Sharon, saat itu, Timothy masih dalam keadaan sadar dan berusaha memberikan kekuatan untuk bertahan hidup. Ia juga sempat mengatakan beberapa hal penting sebelum kondisinya memburuk.

banner 325x300

Kronologi Kejadian

Pagi hari, Timothy pamit pergi ke kampus dengan alasan konsultasi skripsi dengan dosen pembimbing. Ia biasa berjalan kaki ke kampus karena ia senang berolahraga. Sharon mengatakan bahwa tidak ada tanda-tanda aneh pada diri putranya saat itu. Bahkan, Timothy menyampaikan rencananya untuk pulang agak malam setelah menghadiri kegiatan gereja.

Namun, sekitar pukul 9.30 WIB, Sharon mendapatkan telepon dari dosen pembimbingnya. Ia diminta segera datang ke IGD Rumah Sakit Sanglah tanpa penjelasan lebih lanjut. Ketika sampai di rumah sakit, Sharon melihat bahwa putranya masih dalam keadaan sadar dan tubuhnya tampak utuh meskipun terdapat cedera internal.

Kata-Kata Terakhir Timothy

Sharon mengungkapkan bahwa sebelum proses rontgen dilakukan, ia sempat berbicara dengan anaknya. Saat itu, Sharon bertanya kepada Timothy tentang dari lantai mana ia jatuh. Awalnya, ia mendengar kabar bahwa Timothy jatuh dari lantai 2 atau 3, namun ternyata, Timothy menjelaskan bahwa ia jatuh dari lantai 4.

“Timmy bilang, ‘lantai empat Mommy’ gitu, Timmy bilang seperti itu sama saya,” ujar Sharon menirukan ucapan putranya.

Meski mengalami kondisi yang parah, Sharon tidak ingin bertanya lebih lanjut tentang alasan Timothy jatuh. Ia hanya berusaha memberikan dukungan moral kepada putranya agar bisa bertahan.

Selain itu, Timothy juga sempat mengatakan “bius, bius” dan meminta minum. Sharon hanya bisa menjawab, “Iya, nanti ya, habis ini.” Setelah menjalani rontgen dan CT Scan, kondisi Timothy semakin memburuk dan akhirnya meninggal dunia.

Perundungan Tidak Terjadi Selama Kuliah

Sharon juga membantah isu bahwa Timothy menjadi korban perundungan selama kuliah. Menurutnya, Timothy adalah mahasiswa yang aktif dan pintar. Ia yakin bahwa putranya tidak pernah mengalami perundungan selama masa studinya.

Namun, setelah kematian Timothy, isu perundungan mulai muncul. Sharon mengatakan bahwa orang-orang yang melakukan perundungan tidak mengenal Timothy karena mereka berasal dari fakultas yang berbeda.

Meskipun demikian, Sharon tetap menyadari bahwa perundungan bisa terjadi di mana saja, baik di sekolah, perguruan tinggi, maupun tempat kerja. Ia berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi semua orang untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Kesimpulan

Kasus kematian Timothy Anugerah menjadi perhatian besar di kalangan masyarakat. Meski ada isu perundungan, Sharon membantahnya dan mengungkapkan bahwa putranya tidak pernah mengalami hal tersebut selama kuliah. Ia juga berharap dengan pengalaman ini, masyarakat lebih sadar akan pentingnya kepedulian dan kesadaran akan masalah perundungan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *