JAKARTA, maduraraya.id
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat adanya peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pneumonia sejak awal Agustus 2025.
Dinkes DKI mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dalam mencegah penyakit pernapasan dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI, Ovi Norfiana, menjelaskan bahwa tren pneumonia tahun ini sejalan dengan pola tahun sebelumnya, namun jumlah laporannya lebih tinggi dibandingkan tahun 2024.
“Terjadi peningkatan tren kasus ISPA berdasarkan laporan puskesmas mulai dari awal Agustus 2025. Terdapat persamaan pola tren kasus pneumonia dan ISPA sebagai penyakit infeksi saluran pernapasan,” ujar Ovi dalam keterangan resminya, Selasa (14/10/2025).
Namun, Ovi tidak menjelaskan detail jumlah angka peningkatan kasus ISPA dan pneumonia di Jakarta. Ia memastikan lonjakan kasus terpantau baik di puskesmas maupun rumah sakit dan masih belum menunjukkan tanda-tanda puncak kasus.
Menurut dia, peningkatan kasus tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor. Selain polusi udara, kondisi musim kemarau basah yang terjadi tahun ini turut berdampak pada penurunan daya tahan tubuh masyarakat serta meningkatnya jumlah agen biologis penyebab infeksi di lingkungan.
“Musim kemarau basah yang tahun ini terjadi berdampak pada tingkat kekebalan individu dan peningkatan jumlah agen biologi sesuai musim sebagai penyebab infeksi saluran napas di lingkungan,” lanjut Ovi.
Dinkes DKI mengimbau masyarakat rutin mencuci tangan dengan sabun, memakai masker saat beraktivitas di area padat, serta menghindari kerumunan.
“Penyakit bisa dicegah dengan mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan, memakai masker saat beraktivitas di ruangan padat maupun di luar ruangan dengan banyak orang berkerumun, menerapkan etika batuk dan bersin,” ujarnya.
Selain itu, warga juga diminta menjaga imunitas dengan mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, rutin berolahraga, dan mengelola stres.
“Segera akses layanan kesehatan jika ada gejala batuk pilek, membatasi aktivitas saat sakit, menghindari asap rokok, serta meningkatkan imunitas dengan makan makanan bergizi, istirahat cukup, olahraga rutin serta kelola stres,” kata Ovi.
Langkah-Langkah Pencegahan Penyakit Pernapasan
Berikut beberapa langkah penting yang dapat diterapkan masyarakat untuk mencegah penyebaran ISPA dan pneumonia:
-
Mencuci tangan secara rutin
Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir adalah cara efektif untuk mencegah penularan kuman dan virus. Lakukan setelah beraktivitas, sebelum makan, dan setelah menggunakan toilet. -
Menggunakan masker
Saat berada di tempat ramai atau di area dengan polusi udara tinggi, gunakan masker untuk melindungi diri dari partikel berbahaya dan kuman. -
Menghindari kerumunan
Hindari berkumpul di tempat-tempat yang ramai dan tidak ventilasi, karena risiko penularan penyakit pernapasan akan meningkat. -
Menerapkan etika batuk dan bersin
Saat batuk atau bersin, tutup mulut dan hidung dengan tisu atau siku. Buang tisu bekas ke tempat sampah dan cuci tangan setelahnya. -
Menjaga imunitas tubuh
Konsumsi makanan bergizi seperti buah dan sayuran, minum air putih secukupnya, serta pastikan tidur cukup agar sistem imun tetap kuat. -
Rutin berolahraga
Olahraga ringan seperti jalan kaki, bersepeda, atau yoga dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan pernapasan. -
Mengelola stres
Stres dapat melemahkan sistem imun. Luangkan waktu untuk relaksasi, meditasi, atau melakukan hobi yang menyenangkan.
Peran Masyarakat dalam Mencegah Penyebaran Penyakit
Masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah penyebaran penyakit pernapasan. Selain menjaga kesehatan diri sendiri, mereka juga harus sadar akan dampak yang ditimbulkan oleh perilaku tidak sehat. Misalnya, merokok tidak hanya merusak kesehatan pernapasan, tetapi juga berpotensi menularkan penyakit kepada orang lain. Oleh karena itu, hindari asap rokok dan jauhi lingkungan yang penuh asap.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan untuk aktif memperhatikan kondisi kesehatan diri dan keluarga. Jika muncul gejala seperti batuk, pilek, atau demam, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat. Tidak perlu menunda pengobatan, karena penyakit pernapasan bisa berkembang menjadi lebih parah jika tidak segera ditangani.
Kesimpulan
Peningkatan kasus ISPA dan pneumonia di DKI Jakarta memerlukan kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat. Dengan menerapkan PHBS dan menjaga kesehatan diri, risiko penyebaran penyakit dapat diminimalisir. Dinkes DKI juga akan terus memantau perkembangan kasus dan memberikan informasi terkini agar masyarakat tetap waspada dan siap menghadapi situasi kesehatan yang mungkin terjadi.
