banner 728x250

Kapal Tanker Meledak Dua Kali di Turki, Bukan Akibat Ranjau

banner 120x600
banner 468x60

Peristiwa Ledakan Kapal Tanker di Laut Hitam

Pada dini hari Sabtu (29/11/2025), sebuah kapal tanker minyak yang sebelumnya diduga terkena ranjau di Laut Hitam kembali diserang oleh drone laut. Insiden ini menimpa kapal bernama Virat, yang sebelumnya pernah diserang kendaraan laut nirawak sekitar 35 mil laut dari pantai Laut Hitam.

Menurut pernyataan resmi dari Kementerian Perhubungan Turki yang dipublikasikan di platform X, serangan kedua mengakibatkan kerusakan ringan di sisi kanan kapal. Tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut. Seluruh awak kapal yang berjumlah 20 orang dalam kondisi selamat. Pernyataan ini menjadi konfirmasi pertama dari pemerintah Turki bahwa kapal Virat diserang oleh drone laut.

banner 325x300

Serangan Terhadap Kapal Kairos dan Virat

Sehari sebelumnya, dua kapal tanker minyak kosong, yaitu Virat dan Kairos, meledak saat berlayar di wilayah perairan Turki. Kementerian Perhubungan Turki mengonfirmasi bahwa insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Saat itu, kapal Kairos sedang dalam perjalanan menuju pelabuhan Novorossiysk, Rusia, ketika insiden terjadi.

Pelabuhan tersebut merupakan terminal minyak utama Rusia, dan sempat menghentikan operasionalnya pada Sabtu pagi setelah diserang drone laut. Konsorsium Pipa Kaspia (Caspian Pipeline Consortium/CPC) menyebutkan bahwa terminal tersebut mengalami kerusakan signifikan. Namun, hingga saat ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Awal Mula Serangan ke Kapal Kairos dan Virat

Ledakan terhadap kapal Kairos terjadi pada Jumat (28/11/2025) pukul 22.00 WIB. Lokasi kapal saat itu berada sekitar 100 kilometer sebelah timur titik masuk Selat Bosphorus ke Laut Hitam. Api dilaporkan terus berkobar selama lima jam. Tim penyelamat langsung mengevakuasi 25 awak kapal Kairos. Tak lama setelah insiden, kapal Virat terkena serangan di lokasi yang berjarak sekitar 400 kilometer lebih jauh ke arah timur, berdasarkan data situs pelacakan VesselFinder.

Penjelasan dari Menteri Perhubungan Turki

Menteri Perhubungan Turki, Abdulkadir Uraloglu, menyampaikan bahwa ledakan kedua kapal awalnya diduga dari berbagai kemungkinan senjata laut. “Serangan eksternal ini bisa berasal dari ranjau laut, roket, drone, atau kendaraan bawah air nirawak. Itu hal pertama yang muncul dalam benak,” ujar Uraloglu kepada televisi swasta NTV, Jumat malam.

Dalam unggahan terpisah di X, Direktorat Urusan Maritim Turki menyebutkan bahwa Kairos melaporkan serangan eksternal yang menyebabkan kebakaran, saat berada 28 mil laut dari pantai Turki. Foto-foto yang dirilis menunjukkan kobaran api dan asap hitam pekat membubung dari kapal. Direktorat juga mengonfirmasi bahwa kapal Virat terkena serangan sekitar 35 mil laut dari pantai. Asap tebal terdeteksi dari ruang mesin, tetapi tidak ada permintaan evakuasi dari awak kapal.

Informasi Tambahan Mengenai Kapal-Kapal Tersebut

Berdasarkan data VesselFinder, kedua kapal berbendera Gambia dan dikenai sanksi oleh negara-negara Barat karena mengangkut minyak dari pelabuhan Rusia, melanggar embargo usai invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Sebagai dampak dari konflik tersebut, baik Rusia maupun Ukraina memasang ranjau laut untuk melindungi wilayah perairan mereka.

Sejumlah ranjau kini hanyut dan ditemukan di berbagai titik Laut Hitam, terutama saat cuaca buruk melanda. Kondisi ini meningkatkan risiko bagi pelayaran internasional di kawasan. Sebagai respons, pada 2024, negara-negara anggota NATO yang berbatasan dengan Laut Hitam—Turki, Bulgaria, dan Romania—membentuk Grup Angkatan Laut Penanggulangan Ranjau (MCM Black Sea) untuk melakukan operasi pembersihan ranjau laut bersama-sama.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *