Jorge Martin, pembalap Aprilia, mengakui bahwa sosok Marc Marquez menjadi inspirasi utamanya dalam bangkit dari keterpurukan di MotoGP 2025.
Musim yang lalu bagi Martin tergolong sangat berat. Debutnya di tim pabrikan Noale dengan nomor start #1 sebagai juara dunia bertahan justru berujung pada kekecewaan. Kecelakaan selama tes pramusim, absen lama, dan comeback yang juga dihiasi kecelakaan membuat siklus Martin di musim 2025 sangat sulit, baik secara fisik maupun mental.
“Saya bilang tahun ini buruk, tapi juga tahun yang penuh pelajaran,” ujar Martin dikutip dari sumber berita.
“Hal penting di masa sulit adalah mengetahui cara mengambil pelajaran positif darinya. Saya sangat fokus pada hal itu: pada apa yang bisa saya petik dari tahun ini, pada mereka yang baik hati kepada saya terlepas dari segalanya.”
Martin juga menyadari bahwa olahraga ini memiliki makna yang lebih dalam baginya. “Saya menyadari bahwa saya mencintai olahraga ini jauh lebih dari yang saya bayangkan. Jika Anda bertanya kepada saya sebelum awal tahun, saya mungkin akan berpikir untuk pensiun dalam empat atau lima tahun.”
Namun, setelah cedera yang dialami, Martin menyadari bahwa ia masih memiliki keinginan kuat untuk terus membalap. “Saya seorang kompetitor, dan saya ingin memberikan yang terbaik selama mungkin.”
Masalah Martinator semakin berat saat ia mengalami renggang dengan tim Aprilia pada kuartal kedua tahun ini. Keputusan ingin menyudahi kontrak lebih cepat sempat dirilis oleh sang manajer. Namun, setelah negosiasi panjang dan bukti kemampuan motor RS-GP yang nyata lewat kemenangan Marco Bezzecchi, rekan setimnya, Martin akhirnya sadar.
“Saya sangat senang dengan hasil akhirnya. Kami memang mengalami pasang surut, tetapi kami telah menemukan titik temu dan saya senang berada di sini hari ini.”
“Motor ini berperforma sangat baik, seperti yang Anda lihat di beberapa balapan terakhir. Aprilia bekerja tanpa lelah untuk membawa kami semakin dekat ke perebutan gelar juara dunia. Saya bangga dengan tim ini dan yakin dengan masa depan,” ujarnya.
Salah satu hal yang paling penting bagi Martin dari seluruh musim yang lalu adalah fenomena Marc Marquez yang tampil brilian bersama Ducati Lenovo.
Marquez menjadi bukti nyata di hadapan Martin bahwa seseorang masih punya kesempatan yang sama untuk bangkit kembali menuju jalan kesuksesan. Seperti diketahui, Marquez juga sempat menderita selama empat tahun sejak kecelakaan parah di Jerez 2020 dan sulit kompetitif bersama Repsol Honda.
“Marquez adalah bukti bahwa kita bisa bangkit,” kata Martin terinspirasi.
“Saya tidak ingin membandingkan diri dengannya, tetapi saya merasa inilah giliran saya. Saya tidak bilang ingin menang, karena tidak ada yang dijamin, tetapi saya ingin memberikan yang terbaik. Itulah tujuan saya.”
Tahun 2025 telah membantu Martin menjadi dewasa dalam banyak hal, baik secara profesional maupun pribadi. “Ketika dihantui rasa takut dan ragu, kita belajar menemukan apa yang benar-benar kita inginkan. Hal itu memberi saya kekuatan untuk menghadapi masa depan.”
“Saya ingin bersaing dengan pebalap terbaik dunia, siapa pun yang ada di depan saya. Nama tidak penting bagi saya. Saya kompetitif dan ingin berjuang untuk memenangkan kejuaraan dunia,” ujarnya.
