banner 728x250

Harga Kripto Turun Drastis Akibat Ancaman Tarif Trump 100% ke China

banner 120x600
banner 468x60

Pasar Aset Digital Kembali Terguncang Akibat Isu Perdagangan Global

Pada awal Oktober 2025, pasar aset digital kembali mengalami ketidakstabilan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan ancaman akan memberlakukan tarif impor sebesar 100 persen terhadap produk-produk yang berasal dari Tiongkok. Pernyataan tersebut langsung memicu kekhawatiran di kalangan investor global, termasuk di sektor kripto yang dikenal sangat rentan terhadap isu-isu geopolitik.

Pada tanggal 10 Oktober 2025, harga kripto mengalami penurunan tajam dan menyebabkan kerugian miliaran dolar AS dalam waktu singkat. Menurut data dari CoinGlass, terjadi likuidasi senilai 19,13 miliar dolar AS, menjadikannya peristiwa penjualan terbesar dalam sejarah pasar kripto.

banner 325x300

1. Kepanikan Investor dan Efek Leverage



Kepanikan semakin membesar karena banyak trader menggunakan strategi leverage, yaitu meminjam dana untuk memperbesar nilai transaksi. Ketika harga kripto turun tajam, posisi leverage ini memperbesar kerugian, memicu efek domino yang membuat pasar semakin terpuruk.

Akibatnya, total kapitalisasi pasar kripto global merosot dari 4,1 triliun dolar AS menjadi 3,6 triliun dolar AS hanya dalam hitungan jam. Aksi jual besar-besaran ini memperlihatkan sisi rapuh pasar kripto terhadap sentimen global, terutama ketika kebijakan ekonomi dan perdagangan antarnegara menjadi tidak menentu.

2. Pemulihan Pasar dan Harapan Baru



Beberapa hari setelah crash besar tersebut, pasar kripto menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Pada 27 Oktober 2025, kabar positif datang setelah Trump dan Presiden China, Xi Jinping, dilaporkan mencapai kemajuan dalam perundingan dagang. Kesepakatan ini membuka peluang pengurangan tarif yang sebelumnya memicu kepanikan.

Sebagai dampaknya, harga aset kripto melonjak 3–5 persen, menurut laporan Yahoo Finance. Meski demikian, para ahli tetap memperingatkan bahwa situasi ini bisa berubah kapan saja jika ketidakpastian ekonomi global tetap tinggi.

3. Pelajaran Penting bagi Investor Kripto



Meski pasar mulai pulih, para ahli memperingatkan gejolak semacam ini bisa kembali terjadi kapan saja selama ketidakpastian ekonomi global masih tinggi. Menurut John Paton, Marketing Director di Kimura London & White LLP, “Ketika ekonomi tidak stabil, harga kripto bisa bergerak sangat cepat. Banyak investor menjual aset kripto mereka karena dianggap berisiko tinggi.”

Senada dengan itu, Nic Puckrin, CEO Coin Bureau, menegaskan bahwa pasar kripto kini sudah menjadi bagian dari ekosistem keuangan global. Artinya, pergerakannya sangat dipengaruhi oleh faktor makroekonomi seperti kebijakan perdagangan dan suku bunga. Ia juga menambahkan, “Sebagai satu-satunya aset yang diperdagangkan 24 jam nonstop, kripto lebih rentan terhadap pengumuman mendadak di luar jam pasar. Investor perlu waspada dan tidak berlebihan menggunakan leverage.”

Fluktuasi ekstrem yang terjadi pada Oktober 2025 menjadi pengingat bahwa investasi kripto bukan untuk mereka yang tidak siap menghadapi risiko besar. Selama kebijakan dagang global terus berubah-ubah, aset digital seperti Bitcoin, Ethereum, dan Solana akan tetap menghadapi tekanan tinggi. Investor disarankan lebih berhati-hati dalam mengambil posisi, menghindari leverage berlebihan, serta fokus pada strategi jangka panjang yang lebih aman.

Seperti kata Puckrin, “Di tengah kondisi pasar seperti ini, lebih baik berpikir dua kali sebelum melakukan transaksi besar — karena di dunia kripto, satu langkah salah bisa berdampak besar.”

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *