Harga Emas Antam Turun Tajam pada Perdagangan Hari Ini
Pada hari Rabu (5/11/2025), harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) mengalami penurunan signifikan. Harga jual emas Antam dihargai sebesar Rp 2.260.000 per gram, turun sebesar Rp 26.000 dibandingkan dengan harga kemarin. Sementara itu, harga pembelian kembali (buyback) oleh Antam berada di level Rp 2.125.000 per gram, juga turun sebesar Rp 26.000 dari posisi sebelumnya.
Harga emas Antam tersebut tercatat turun dari harga pada Selasa (4/11/2025) yang berada di level Rp 2.286.000 per gram. Sementara harga buyback pada hari sebelumnya berada di angka Rp 2.151.000 per gram.
Berikut daftar harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per Selasa (4/11/2025) dan belum termasuk pajak:
- Harga emas 0,5 gram: Rp 1.180.000
- Harga emas 1 gram: Rp 2.260.000
- Harga emas 5 gram: Rp 11.075.000
- Harga emas 10 gram: Rp 22.095.000
- Harga emas 25 gram: Rp 55.112.000
- Harga emas 50 gram: Rp 110.145.000
- Harga emas 100 gram: Rp 220.212.000
- Harga emas 250 gram: Rp 550.265.000
- Harga emas 500 gram: Rp 1.100.320.000
- Harga emas 1.000 gram: Rp 2.220.600.000
Fase Konsolidasi Harga Emas
Berdasarkan informasi yang diperoleh, harga emas sedang menjalani fase konsolidasi setelah mengalami kenaikan yang sangat tinggi. Sepanjang tahun 2025 (year-to-date), harga emas masih mencatat kenaikan sebesar 49,82 persen. Dalam satu tahun terakhir, harga emas melonjak sebesar 43,2 persen. Kenaikan yang begitu besar membuat investor cenderung ingin mencairkan keuntungan mereka, sehingga risiko profit taking selalu menjadi ancaman bagi harga emas.
Selain itu, tren penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) juga memberi tekanan pada harga emas. Dollar Index, yang mengukur posisi greenback terhadap enam mata uang utama dunia, menguat sebesar 0,33 persen menjadi 100,21. Ini adalah pertama kalinya Dollar Index menyentuh level 100 sejak Mei lalu.
Dolar AS mendapat dukungan dari hasil rapat bank sentral Federal Reserve pekan lalu. Dalam konferensi pers usai rapat, Gubernur Jerome ‘Jay’ Powell menegaskan bahwa penurunan suku bunga acuan bulan depan masih jauh dari kata sepakat. Berdasarkan data CME FedWatch, peluang pemangkasan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) pada rapat Desember adalah sebesar 69 persen, sementara probabilitas suku bunga ditahan adalah 31 persen.
Dampak Dolar AS terhadap Harga Emas
Suku bunga yang mungkin tidak turun membuat dolar AS dalam posisi yang lebih unggul. Hal ini menyebabkan nilai tukar mata uang Negeri Paman Sam terus meningkat. Emas, sebagai aset yang dijual dalam dolar AS, akan menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
“The Fed yang gamang dan keperkasaan dolar AS adalah penyebab aksi jual massal (sell-off) di pasar emas,” ujar Ole Hansen, Head of Commodity Strategy di Saxo Bank.


















