banner 728x250

Enam rumah terbakar di Dulalowo, dua ludes dan 16 KK terkena dampak

banner 120x600
banner 468x60

Peristiwa Kebakaran Hebat di Gorontalo, Enam Rumah Terbakar

Sebanyak enam rumah warga terbakar dalam peristiwa kebakaran hebat yang terjadi di Jalan Madura, Kelurahan Dulalowo, Kecamatan Kota Tengah, pada Selasa (16/12/2025) siang. Dari jumlah tersebut, dua rumah dilaporkan ludes terbakar, sementara empat lainnya mengalami kerusakan akibat amukan api.

Kebakaran ini berdampak pada 16 kepala keluarga (KK) dengan total 51 jiwa. Di antara para korban terdapat kelompok rentan, seperti dua penyandang disabilitas, dua orang lanjut usia, serta empat balita. Hal ini menunjukkan bahwa situasi kebakaran tidak hanya merusak properti, tetapi juga memberikan dampak serius terhadap kesejahteraan masyarakat.

banner 325x300

Camat Kota Tengah, Sitami Suratinoyo, menyampaikan bahwa hingga saat ini penyebab kebakaran masih belum diketahui secara pasti. Namun, begitu menerima laporan, pihak kecamatan bersama kelurahan langsung turun ke lokasi untuk memastikan penanganan awal berjalan.

“Informasi dari pak lurah ada sekitar enam rumah yang terbakar, yang ludes dua rumah,” ujar Sitami.

Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 13.00 Wita, kobaran api disertai asap hitam tebal terlihat membumbung tinggi ke udara. Situasi di lokasi sempat mencekam karena beberapa kali terdengar dentuman keras, meski sumber suara tersebut belum dapat dipastikan.

Warga setempat bersama aparat TNI dan petugas pemadam kebakaran bergerak cepat melakukan pemadaman. Di tengah kepanikan, sejumlah warga berusaha menyelamatkan barang-barang berharga dari rumah yang terancam api. Bahkan, beberapa pemuda nekat memanjat atap rumah untuk membantu memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lain yang berada di kawasan padat penduduk tersebut.

Padatnya warga di sekitar lokasi sempat menyulitkan proses penanganan kebakaran. Untuk menghindari risiko lanjutan, aliran listrik akhirnya diputus oleh pihak PLN.

Terkait kerugian materiil, pihak kecamatan belum dapat merinci nilai pastinya karena pendataan masih terus dilakukan. Sementara itu, untuk tempat tinggal sementara, para korban yang memiliki keluarga memilih mengungsi ke rumah kerabat. Khusus bagi lansia, telah disiapkan tempat penampungan sementara di Kecamatan Sipatana.

Sitami memastikan bantuan darurat akan segera direalisasikan. Pendataan korban telah dilakukan langsung oleh Dinas Sosial, PMI, dan Baznas.

“Jadi sudah didata langsung oleh Dinsos, PMI dan Baznas,” katanya.

Selain itu, sejumlah donatur juga dilaporkan telah mulai menyalurkan bantuan kebutuhan darurat kepada para korban kebakaran.

Penanganan Darurat dan Bantuan yang Diberikan

Setelah kejadian kebakaran, pihak berwenang segera menyiapkan langkah-langkah darurat untuk menangani dampak yang terjadi. Berikut adalah beberapa upaya yang dilakukan:

  • Pendataan Korban:

    Korban kebakaran telah didata langsung oleh Dinas Sosial, PMI, dan Baznas. Proses ini bertujuan untuk mengetahui jumlah korban dan kebutuhan mereka secara lebih rinci.

  • Penyediaan Tempat Pengungsian:

    Para korban yang memiliki keluarga memilih mengungsi ke rumah kerabat. Sementara itu, lansia ditempatkan di tempat penampungan sementara di Kecamatan Sipatana.

  • Bantuan Darurat:

    Bantuan darurat seperti makanan, air minum, dan perlengkapan kebutuhan dasar telah mulai disalurkan kepada para korban. Donatur juga ikut berpartisipasi dalam memberikan bantuan.

  • Pemadaman Api:

    Petugas pemadam kebakaran bersama warga setempat bekerja sama untuk memadamkan api. Pemadaman dilakukan secara cepat untuk mencegah kebakaran meluas ke bangunan lain.

  • Pemutusan Aliran Listrik:

    Untuk menghindari risiko tambahan, aliran listrik di sekitar lokasi kebakaran diputus oleh pihak PLN.

Upaya Mencegah Kembali Terjadi

Dalam upaya mencegah kejadian serupa di masa depan, pihak kecamatan dan kelurahan berencana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan kebakaran. Beberapa langkah yang akan dilakukan antara lain:

  • Pelaksanaan sosialisasi kebakaran kepada masyarakat.
  • Pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik dan alat penghasil api di lingkungan sekitar.
  • Peningkatan koordinasi antara aparat dan masyarakat dalam menghadapi kejadian darurat.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *