banner 728x250

Eks Presiden Dipenjara 27 Tahun, Bebas karena Cegukan Berbulan-bulan

banner 120x600
banner 468x60

Pembebasan Sementara Mantan Presiden Brasil untuk Perawatan Medis

Mantan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, diberikan izin untuk keluar dari penjara guna menjalani prosedur medis yang bertujuan mengatasi cegukan kronis yang dialaminya selama beberapa bulan terakhir. Proses ini dilakukan di Rumah Sakit DF Star di Brasilia pada hari Sabtu (27/12/2025), setelah sebelumnya ia menjalani operasi hernia inguinalis di tempat yang sama beberapa hari sebelumnya.

Bolsonaro sedang menjalani hukuman penjara selama 27 tahun karena kasus percobaan kudeta. Meski demikian, ia sempat diberikan izin untuk keluar penjara pada hari Rabu (24/12/2025) dalam rangka menjalani tindakan medis. Operasi hernia berlangsung tanpa komplikasi pada hari Kamis (25/12/2025), namun tim medis memutuskan untuk tetap merawatnya selama beberapa hari sebagai bagian dari observasi lanjutan.

banner 325x300

Selama masa perawatan tersebut, dokter menemukan bahwa Blokade Saraf Frenikus—yang bertugas mengontrol diafragma—diperlukan untuk mengatasi cegukan berulang yang dialami oleh mantan presiden. Proses ini dilakukan dengan bantuan mesin ultrasound dan suntikan analgesik lokal ke arah saraf yang dituju. Menurut dokter yang menangani, Claudio Birolini, prosedur berjalan lancar tanpa perlu melakukan sayatan atau tindakan bedah.

“Prosedurnya berjalan baik, tanpa perlu sayatan atau tindakan bedah,” ujar Birolini, seperti dikutip dari AFP. Proses ini berlangsung sekitar satu jam dan hanya dilakukan pada sisi kanan saraf. Tindakan serupa pada sisi kiri akan dilakukan pada Senin (29/12/2025).

Cegukan Akibat Luka Tusuk

Cegukan yang dialami Bolsonaro disebut-sebut berkaitan dengan kondisi medis yang ia alami sejak luka tusuk di bagian perut saat kampanye politik pada 2018. Istri Bolsonaro, Michelle, menyampaikan dukungan melalui unggahan di Instagram. “Kekasihku baru saja pergi ke pusat bedah untuk menjalani blokade saraf frenikus,” tulis mantan Ibu Negara tersebut. Ia juga menyebut bahwa suaminya telah berjuang selama sembilan bulan menghadapi masalah kesehatan.

Selama menjabat sebagai presiden dari 2019 hingga 2022, Bolsonaro sering mengalami gangguan kesehatan akibat luka tusukan itu. Pada September 2025, Mahkamah Agung Brasil menyatakan Bolsonaro bersalah atas upaya mempertahankan kekuasaan secara inkonstitusional setelah kalah dalam pemilu 2022. Ia dijatuhi hukuman 27 tahun penjara karena terbukti terlibat konspirasi kudeta yang gagal akibat minimnya dukungan dari militer.

Meski demikian, Bolsonaro tetap bersikeras bahwa dirinya tidak bersalah dan menuding Mahkamah Agung menganiaya dirinya secara politik. Setelah masa tahanan rumah sejak Agustus, Bolsonaro resmi dipenjara di fasilitas Kepolisian Federal di Brasilia pada 22 November 2025. Setelah menjalani prosedur medis, ia akan kembali ke penjara untuk melanjutkan hukumannya.

Penetapan Tahanan Rumah bagi Pejabat Pemerintahan Bolsonaro

Dalam perkembangan terkini, Mahkamah Agung Brasil juga menetapkan tahanan rumah bagi sepuluh pejabat di pemerintahan Bolsonaro yang terlibat dalam perencanaan kudeta. Mereka divonis bersalah, tetapi tidak langsung ditahan karena proses banding masih berlangsung. Salah satu di antaranya adalah Silvinei Vasques, yang ditangkap di Paraguay pada Jumat (26/12/2025), setelah diduga mencoba naik pesawat menggunakan dokumen palsu.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *