banner 728x250

Cara Seleksi Luis Milla dan Shin Tae-yong Jadi Acuan Calon Pelatih Timnas Indonesia

banner 120x600
banner 468x60

Proses Pemilihan Pelatih Timnas Indonesia yang Transparan

Wakil Ketua Umum (Waketum) I PSSI, Zainudin Amali, menjelaskan mekanisme yang digunakan oleh federasi dalam mencari dan menentukan pelatih baru untuk Timnas Indonesia. Proses ini mirip dengan cara yang diterapkan saat memilih Luis Milla dan Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala sebelumnya.

Saat ini, posisi pelatih Timnas Indonesia masih kosong setelah PSSI memutus hubungan dengan Patrick Kluivert dan jajaran tim kepelatihannya pada pertengahan Oktober lalu. Hingga kini, PSSI belum berhasil menentukan pelatih baru. Beberapa nama telah beredar, termasuk Timur Kapadze, pelatih yang membawa Uzbekistan lolos ke Piala Dunia 2026, serta Heimir Hallgrimsson, pelatih Timnas Republik Irlandia.

banner 325x300

Zainudin Amali menyatakan bahwa proses pencarian pelatih masih berlangsung. PSSI mengandalkan bantuan Ketua Badan Tim Nasional PSSI, Sumardji, dan Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers, dalam menemukan kandidat yang tepat.

“Mekanisme yang akan kita jalankan. Begitu ada beberapa calon, tentu kita akan mengevaluasi. Konon kabarnya, Pak Ketua BTN dan Direktur Teknik yang ditugaskan untuk pencarian,” ujar Amali saat diwawancarai di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jumat (14/11).

Ia juga menjelaskan bahwa PSSI akan bertanya kepada Sumardji tentang nama-nama yang sudah dikumpulkan. Meskipun saat ini masih dalam tahap pengumpulan, proses penentuan akan segera dilakukan.

Mekanisme yang Sudah Terbukti Efektif

PSSI pernah menggunakan mekanisme serupa saat menentukan Shin Tae-yong (STY) dan Luis Milla sebagai pelatih kepala. Cara ini melibatkan diskusi antara Exco PSSI dan presentasi dari para kandidat.

“Ada mekanisme yang bagus yang kita pernah jalankan saat menentukan Shin Tae-yong dulu. Ada aspirasi, ada dua waktu itu, yaitu STY dan Luis Milla,” kata Amali.

Kedua kandidat tersebut secara bergantian diminta untuk mempresentasikan rencana dan program mereka kepada Exco PSSI. Setelah itu, keputusan akhir dibuat oleh Exco.

“Nah, kemudian dua-duanya ini secara bergantian diminta untuk memaparkan di depannya Exco. Akhirnya, waktu itu zaman Pak Iwan Bule, Exco memutuskan, oke, kita putuskan STY,” tambahnya.

Menurut Amali, mekanisme ini dinilai terbaik karena mengutamakan transparansi. Ia menegaskan bahwa PSSI akan melakukan hal yang sama setelah mendapatkan nama-nama kandidat dari Dirtek PSSI dan BTN.

“Untuk yang ini saya kira kita akan lakukan proses seperti itu. Sehingga semuanya menjadi transparan. Dan kita tahu tentang pilihan kita itu. Dan semua Exco terinformasikan. Jadi kalau sudah ada satu-dua nama pun pasti segera diinformasikan,” tegasnya.

Proses yang Terstruktur dan Terbuka

Dengan mekanisme yang sudah terbukti efektif, PSSI berkomitmen untuk tetap menjaga transparansi dan partisipasi seluruh anggota Exco dalam proses pemilihan pelatih. Hal ini diharapkan dapat memberikan hasil yang terbaik bagi Timnas Indonesia.

Proses ini juga mencerminkan komitmen PSSI dalam mencari pelatih yang tidak hanya memiliki kualifikasi teknis, tetapi juga mampu membangun hubungan yang baik dengan pemain dan suporter.

Dengan langkah-langkah yang terstruktur dan terbuka, PSSI berharap bisa segera menemukan pelatih yang tepat untuk memimpin Timnas Indonesia menuju kesuksesan di ajang internasional.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *