banner 728x250

Cara baru menikmati wisata kuliner dan spiritual di Jogja kaki Merapi

banner 120x600
banner 468x60

Destinasi Baru di Kaki Gunung Merapi yang Menyatu dengan Sejarah dan Alam

Di balik keindahan alam dan ketenangan yang menghiasi Desa Wonolelo, kaki Gunung Merapi, Kabupaten Sleman, tersembunyi sebuah destinasi baru yang menawarkan pengalaman unik. De Renjana Nawasena Resto, begitu nama tempat tersebut, berdiri megah tepat di depan makam Ki Ageng Wonolelo, tokoh spiritual penting dalam sejarah Kerajaan Mataram.

Lokasi ini tidak hanya menjadi tempat untuk menikmati makanan lezat, tetapi juga menyimpan nilai spiritual yang mendalam. Dewanto P Siregar, pemilik restoran, menjelaskan bahwa lokasi ini bukan sekadar lahan bisnis biasa. Ia merasa dipanggil oleh sesuatu yang tak terlihat, yang membawanya ke sini tanpa rencana awal.

banner 325x300

Dua Dimensi yang Menghadirkan Pengalaman Lengkap

De Renjana Nawasena Resto tidak hanya menawarkan hidangan lezat, tetapi juga memberikan pengalaman spiritual. Bagi pengunjung, tempat ini seperti membawa mereka ke dua dimensi: dunia duniawi dan dunia ukhrawi. Dewanto menjelaskan bahwa meski makanan seperti nasi liwet atau ikan bakar bisa ditemukan di banyak tempat, atmosfer spiritual yang ditawarkan membuatnya berbeda.

“Secara spiritual, pengunjung bisa datang ke makam Ki Ageng Wonolelo. Sementara untuk duniawi, mereka bisa menikmati makanan di sini. Istilahnya, untuk berspiritual, harus kenyang dulu,” katanya dengan nada bercanda.

Nama De Renjana Nawasena sendiri berasal dari doa dan harapan akan kebahagiaan abadi. Di dalam area restoran, pengunjung akan disuguhi ornamen yang kental dengan nuansa kampung lawasan khas kaki Gunung Merapi.

Jejak Sejarah Kerajaan Mataram

Pendopo Jawa yang megah diiringi patung-patung bernuansa Hindu-Budha mencerminkan perjalanan sejarah Kerajaan Mataram. Dewanto menjelaskan bahwa ia ingin memperkenalkan akulturasi budaya yang terjadi di masa lalu, mulai dari Hindu, Buddha hingga Islam.

“Kita kembali ke cerita sejarah Mataram, ya seperti ini. Dari Hindu, ke Buddha, kemudian Muslim. Itu kan semuanya berproses. Akulturasinya saya bikin di tempat ini,” ujarnya.

Meski sarat nilai filosofis, De Renjana Nawasena tidak melupakan tugas utamanya sebagai tempat makan. Jelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru), tempat ini siap menjadi alternatif bagi para pemburu wisata kuliner maupun rombongan peziarah.

Menu Nusantara yang Menarik Perhatian

Pengunjung dapat mencicipi berbagai menu andalan seperti nasi liwet dan ikan bakar khas Gunungkidul. Selain itu, tersedia pula hidangan nasi kebuli, sajian kaya rempah yang dipengaruhi oleh budaya Timur Tengah.

Untuk acara tertentu, De Renjana Nawasena juga menyediakan area lapang di bagian belakang yang bisa digunakan sebagai panggung budaya, baik untuk wayangan atau jathilan. Harga yang ditawarkan ramah di kantong, sehingga cocok untuk berbagai kalangan.

Fasilitas yang Menunjang Pengalaman

Resto ini tidak hanya fokus pada makanan, tetapi juga memberikan fasilitas yang lengkap. Pengunjung dapat menikmati suasana yang tenang sambil menikmati hidangan lezat. Lokasi yang strategis, dekat dengan makam Ki Ageng Wonolelo, menjadikannya sebagai tempat yang ideal untuk berkunjung sekaligus bermeditasi.

Dengan kombinasi antara sejarah, budaya, dan alam, De Renjana Nawasena Resto menjadi destinasi yang layak dikunjungi. Tempat ini tidak hanya memberikan pengalaman rasa, tetapi juga memberikan ketenangan jiwa yang sulit ditemukan di tempat lain.


banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *