Indeks

Briptu Yuli Setyabudi, Polisi Viral Kini Diduga Terlibat Penggelapan Mobil Rental

Briptu Yuli Setyabudi Kembali Viral, Diduga Terlibat Penggelapan Mobil Rental

Briptu Yuli Setyabudi, seorang anggota polisi di Kota Palu, Sulawesi Tengah, kembali menjadi sorotan setelah diduga terlibat dalam kasus penggelapan mobil rental. Sosoknya yang dikenal sebagai polisi konten, sering kali membuat video dan mengunggahnya ke media sosial seperti TikTok. Hal ini membuat namanya cukup dikenal oleh masyarakat.

Namun, baru-baru ini, Briptu Yuli kembali viral karena isu yang menimpanya. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial Instagram, terlihat Briptu Yuli sedang duduk dan dikelilingi sejumlah pria. Ia menggunakan kaus merah dan tampak diinterogasi. Dalam video tersebut, beberapa pria bertanya tentang jumlah mobil rental yang ia gelapkan.

Video lain menunjukkan bahwa Briptu Yuli berada di sebuah kantor. Di dinding kantor itu ada tulisan “Bakz Group”. Saat diinterogasi, ia mengaku pernah menguasai 10 mobil rental. Meski begitu, hingga saat ini, Polda Sulteng masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Mereka juga menunggu laporan dari pihak yang merasa dirugikan.

Profil Briptu Yuli Setyabudi

Briptu Yuli Setyabudi adalah anggota Polri yang bertugas di Kota Palu. Ia dikenal sebagai polisi konten karena sering membuat video di akun media sosial TikTok. Selain itu, ia juga menjadi brand ambassador (BA) untuk produk desain interior bernama Bakz Group. Akun Instagram dan TikTok miliknya memiliki banyak pengikut.

Ia pernah bertugas di Polsek Kulawi, Sigi, Sulawesi Tengah. Selama masa tugasnya, Briptu Yuli pernah mengkritik atasannya. Ia membongkar adanya dugaan pungli yang dilakukan oleh atasan tersebut. Setelah mengungkap kasus tersebut, Briptu Yuli menjalani sidang kode etik. Menurut informasi dari Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Djoko Wienartono, Briptu YS pernah terlibat dalam beberapa kasus seperti penipuan, judi online, tidak melaksanakan tugas, perbuatan tidak menyenangkan, dan penggelapan mobil rental. Namun, tidak ada putusan kode etik terkait kritik terhadap Polri.

Penjelasan Mengenai Operasi Lilin Tinombala 2023

Djoko Wienartono juga meluruskan konten Briptu Yuli Setyabudi mengenai dugaan pungli yang dilakukan atasannya. Yang bersangkutan sempat mempermasalahkan anggaran Operasi Lilin Tinombala 2023 yang diduga dipotong. Namun, Djoko Wienartono menyatakan bahwa tidak ada pemotongan anggaran. Uang yang diterima setiap anggota berkurang karena perubahan jumlah personel yang ditugaskan. Awalnya, ada 50 anggota di Operasi Lilin Tinombala 2023, tetapi karena kebutuhan, jumlah anggota ditambah menjadi 173. Sehingga anggaran operasi yang seharusnya untuk 50 personel dibagikan untuk 173 anggota.

Tantangan Tembak Warga

Selain itu, Briptu Yuli Setyabudi pernah membuat tantangan kepada warga dengan menantang mereka untuk datang kepadanya agar ditembak. Dalam video berdurasi 30 detik, ia mengajak masyarakat untuk datang ke alamatnya atau ke Palu. Jika mereka berhasil mengikuti tantangan tersebut, akan diberikan hadiah.

“Kebetulan saya masih polisi. Atau kita buat challenge saja, kita janjian kamu ke Palu atau ke alamatku, nanti kamu lari saya tembak kena kaki atau tidak. Bagaimana? Nanti kita kasih hadiah siapa yang menang,” kata Briptu Yuli sambil tertawa. Ia mengatakan bahwa tantangan tersebut dibuat karena suka pada tantangan. “Saya tuh kenapa suka challenge orang? Jadi, saya tuh orangnya itu guys suka pada tantangan,” ujarnya.

Exit mobile version