banner 728x250

BKPSDM Donggala Siapkan Sistem Absensi Digital untuk ASN Pemkab Donggala

banner 120x600
banner 468x60

Penerapan Sistem Absensi Digital untuk ASN di Kabupaten Donggala

Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Donggala sedang mempersiapkan penerapan sistem absensi digital bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala. Hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan transparansi dan akurasi dalam pengawasan kehadiran pegawai.

Kepala BKPSDM Donggala, Isngadi, menjelaskan bahwa sistem tersebut masih dalam tahap pengembangan dan penyempurnaan. Tim IT Pemkab Donggala bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Donggala sedang melakukan berbagai perbaikan agar sistem dapat berjalan dengan optimal.

banner 325x300

“Masih dalam proses, ada banyak hal yang ingin disempurnakan. Kita sedang melakukan pendataan dan pembaruan data pegawai, termasuk jabatan dan lokasi kerja masing-masing,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kecamatan Banawa, Senin (13/10/2025).

Sistem absensi digital ini dirancang untuk memastikan pengawasan terhadap kehadiran ASN lebih transparan dan akurat. Dengan adanya sistem baru ini, BKPSDM akan bisa memantau secara langsung apakah pegawai hadir atau tidak saat apel pagi.

“Nanti absensi ini akan dikontrol langsung oleh BKD. Jadi bisa terlihat siapa yang apel dan siapa yang tidak,” jelas Isngadi.

Ia menambahkan bahwa penerapan sistem ini juga bertujuan untuk meningkatkan integritas dan disiplin pegawai. Selama ini, sistem absensi manual masih menyisakan celah yang bisa dimanfaatkan oleh beberapa pihak.

“Ini persoalan integritas, kalau absen manual, susah kita kalau ada orang yang tidak pernah ada mukanya muncul, tapi absennya tetap ada,” tambahnya.

Menurut Isngadi, absensi digital direncanakan akan berbasis lokasi menggunakan GPS. Dengan demikian, ASN hanya dapat melakukan absensi di titik tertentu yang telah ditentukan, seperti kantor atau titik apel.

“Misalnya di kantor atau titik apel. Kalau berada di lokasi itu, sistem mengizinkan absensi. Jadi by system, bukan manual lagi,” tutur Isngadi.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa penerapan sistem ini masih menunggu kesiapan perangkat pendukung, terutama ponsel Android yang digunakan oleh pegawai. BKPSDM juga berencana melakukan sosialisasi agar seluruh ASN memahami cara penggunaan sistem baru tersebut.

“Masih tahap perencanaan dan pengembangan. Kalau semua perangkat sudah siap dan datanya lengkap, Insya Allah akan segera kita laksanakan,” pungkasnya.

Tantangan dan Persiapan Sebelum Penerapan

Beberapa tantangan yang dihadapi dalam penerapan sistem absensi digital antara lain adalah kebutuhan perangkat teknologi yang memadai serta kesiapan SDM dalam mengoperasikan sistem tersebut. Selain itu, pentingnya koordinasi antar-instansi terkait, seperti Dinas Kominfo, dalam memastikan sistem berjalan lancar.

Proses pendataan pegawai juga menjadi salah satu langkah penting sebelum penerapan sistem. Data yang akurat dan terupdate sangat diperlukan agar sistem dapat bekerja sesuai harapan.

Selain itu, BKPSDM juga perlu memastikan bahwa semua pegawai memahami mekanisme absensi digital. Sosialisasi akan menjadi bagian dari strategi agar tidak ada kesalahpahaman dalam penggunaan sistem.

Manfaat yang Diharapkan

Dengan penerapan sistem absensi digital, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam pengawasan kehadiran ASN. Sistem ini juga diharapkan mampu mengurangi potensi kecurangan yang sering terjadi pada sistem manual.

Selain itu, sistem berbasis GPS diharapkan mampu memastikan bahwa pegawai benar-benar berada di lokasi yang ditentukan saat melakukan absensi. Hal ini akan memberikan rasa kepercayaan kepada masyarakat terhadap kinerja pemerintahan.

Tindak Lanjut

BKPSDM akan terus memantau perkembangan sistem dan melakukan evaluasi berkala. Proses pengembangan dan penyesuaian akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan umpan balik dari para pegawai.


banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *