banner 728x250

Banjir Porak Porandakan Tiga Kecamatan Pangandaran, Ratusan Rumah Terendam dan Jalan Nasional Tenggelam

banner 120x600
banner 468x60

Banjir Melanda Tiga Kecamatan di Kabupaten Pangandaran

Hujan deras dan cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah perairan laut selatan pada Minggu malam hingga Senin pagi 12-13 Oktober 2025 menyebabkan beberapa desa di tiga kecamatan di Kabupaten Pangandaran diterjang banjir. Akibatnya, ratusan rumah penduduk terendam air.

Di Desa Kertamukti, Kecamatan Cimerak, Desa Parigi, Kecamatan Parigi, serta beberapa desa di Kecamatan Cijulang, banjir menggenangi rumah-rumah warga hingga jalan nasional. Ketinggian air di Desa Kertamukti mencapai antara 50-100 sentimeter. Tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan relawan Tagana bekerja sama dengan warga untuk mengevakuasi warga yang rumahnya terdampak banjir.

banner 325x300

Banjir juga melanda Desa Cijulang dan Desa Kondangjajar di Kecamatan Cijulang. Sejumlah rumah penduduk terdampak banjir akibat luapan Sungai Kalangsari. Bahkan, banjir juga menggenangi jalan nasional di beberapa titik sehingga terjadi antrean kendaraan.

Anggota Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor (Polres) Pangandaran bersama Kepolisian Sektor (Polsek) Cijulang dan warga mengatur arus lalu lintas. Petugas juga membantu mendorong kendaraan bermotor yang mogok karena banyak pengendara yang memaksa melewati banjir.

Tidak hanya di wilayah Kecamatan Cimerak dan Cijulang, banjir juga melanda beberapa wilayah di Kecamatan Parigi. Sejumlah rumah warga di sana juga terendam banjir akibat luapan Sungai Pangawinan.

Koordinator Pos Basarnas Pangandaran Edwin Purnama membenarkan bahwa banjir melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Cijulang, Kecamatan Cimerak, dan Kecamatan Parigi. Menurut Edwin, di wilayah Kecamatan Cijulang, banjir melanda Dusun Barengkok, Desa Kondangjajar dan Dusun Ciwaru, Desa Cijulang. Ketinggian air mulai dari 50-120 sentimeter.

”Berdasarkan data sementara, ada 20 keluarga di Dusun Barengkok dan 129 keluarga di Dusun Ciwaru yang terdampak banjir,” ujar Edwin, Senin 13 Oktober 2025.

Warga Memilih Bertahan di Rumah

Menurut Edwin, saat melakukan asesmen, warga tidak mau mengungsi dan tetap bertahan di rumahnya masing-masing, sambil menjaga harta bendanya dari banjir. ”Mereka tidak mau mengungsi, karena merasa banjir kiriman yang sudah menjadi langganan setiap musim penghujan itu akan cepat surut,” ujarnya.

Sementara itu, Cucu (60) warga Dusun Barengkok mengatakan, air mulai masuk ke dalam rumahnya sekitar pukul 4.00, sebelum azan subuh, setelah semalam lamanya daerah tersebut diguyur hujan lebat. Air bercampur lumpur pun masuk ke seluruh ruangan rumah dan merendam perabotan rumah tangga.

Banjir di Kecamatan Cimerak

Di Kecamatan Cimerak, Kepala Pelaksana BPBD Pangandaran Untung Saeful Rahman mengatakan, banjir juga terjadi di beberapa desa di Kecamatan Cimerak. Seperti di Desa Ciparanti, ketinggian air hingga mencapai dada orang dewasa atau sekitar 125 sentimeter.

”Sekarang banjir sudah mulai surut hingga batas mata kaki,” ujarnya.

Menurut dia, banjir di wilayah Kecamatan Cimerak, selain karena dipicu hujan deras, juga disebabkan oleh adanya pasang air laut yang sangat ekstrem. Hal itu menyebabkan bendungan jebol sehingga menyebabkan puluhan rumah di Desa Ciparanti terendam banjir.

Dia pun mengapresiasi masyarakat yang sudah bersama-sama menyiapkan makanan siap saji untuk warga yang terdampak banjir. Dia juga mengajak pemerintah desa yang juga memiliki tugas terkait mitigasi bencana, untuk bersama-sama bergotong royong membersihkan daerah-daerah yang rawan bencana.


banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *