Indeks

Alex Ayah Tiri Bunuh Alvaro, Hanya Tinggal Kerangka Karena Rewel Lalu Mati di Kantor Polisi

Kasus Pembunuhan Bocah 6 Tahun yang Menyedihkan

Sebuah kasus pembunuhan yang sangat menyedihkan terjadi di Jakarta, di mana seorang bocah berusia 6 tahun bernama Alvaro ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka. Aksi keji ini dilakukan oleh ayah tirinya sendiri, Alex Iskandar.

Penemuan Kerangka Alvaro

Kerangka Alvaro ditemukan di pinggiran Kali Cirewed, Tenjo, Kabupaten Bogor. Awalnya, pihak kepolisian tidak mengetahui identitas dari kerangka tersebut. Namun, setelah proses pemeriksaan DNA dan laboratorium forensik, diketahui bahwa kerangka tersebut adalah Alvaro.

Pelaku Terungkap

Setelah beberapa waktu pencarian, pelaku penemuan Alvaro akhirnya terungkap. Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa ayah tiri Alvaro, Alex Iskandar, adalah pelaku utamanya. Sebelum ditemukannya kerangka Alvaro, Alex sudah ditangkap oleh polisi.

Motif dan Kronologi Pembunuhan

Menurut informasi yang didapat dari penyidik, Alex memiliki motif dendam terhadap istrinya. Dari hasil pemeriksaan handphone pelaku, ditemukan tulisan-tulisan yang menunjukkan rasa marah dan ingin membalas dendam. Selain itu, Alex juga curiga bahwa istrinya berselingkuh dengan orang lain.

Pembunuhan terjadi pada hari Kamis (6/3/2025) ketika Alvaro dibawa pergi oleh ayah tirinya dari Masjid Jami Al Muflihun Bintaro. Di perjalanan, Alvaro sempat rewel dan dibekap menggunakan handuk putih hingga meninggal dunia. Setelah itu, jenazah Alvaro dimasukkan ke dalam kantong plastik hitam dan dibuang ke sungai di kawasan Tenjo, Bogor.

Pengakuan dan Penangkapan

Alex mengakui perbuatannya kepada polisi. Ia membawa Alvaro ke kediamannya di wilayah Tangerang, lalu membunuh korban dengan cara dibekap. Setelah itu, jenazah Alvaro dibuang ke Jembatan Cilalay, Tenjo, Kabupaten Bogor pada Minggu (9/3/2025).

Jenazah Alvaro baru ditemukan pada Jumat (21/11/2025) setelah polisi melibatkan anjing pelacak. Saat ditemukan, jasad korban sudah menjadi kerangka.

Peristiwa Gantung Diri

Setelah penangkapan, Alex dibawa ke Polres Metro Jakarta Selatan untuk diperiksa. Proses pemeriksaan berlangsung maraton hingga Minggu dini hari. Setelah diperiksa, pelaku dititipkan di ruang konseling karena akan dilakukan tes kesehatan.

Di ruangan inilah, Alex mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Menurut informasi dari pihak kepolisian, Alex sempat izin ke toilet dan meminta untuk mengganti celana. Beberapa jam kemudian, korban ditemukan tewas gantung diri menggunakan celana panjang yang dikenakannya.

Reaksi Keluarga

Reaksi keluarga sangat sedih dan hancur. Kakek Alvaro, Tugimin, tidak menyangka ayah tiri Alvaro bisa melakukan hal sekeji itu. Ia merasa sangat disesalkan karena Alvaro belum punya dosa.

Tugimin hanya bisa menangis, begitu pula dengan istrinya, yang tak lain adalah nenek Alvaro. Mereka tidak sanggup menahan duka mendalam yang dirasakan.

Kesimpulan

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga hubungan keluarga dan menghindari tindakan kekerasan. Dengan adanya kasus ini, diharapkan dapat memberikan pelajaran bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap tindakan yang bisa merugikan orang lain.


Exit mobile version