Indeks

Alberto Hengga Belajar Banyak dari Pertandingan Lawan Brasil, Erick Thohir Akui Brasil Lebih Unggul

Pengalaman Berharga dari Kekalahan Lawan Brasil

Fadly Alberto Hengga, penyerang timnas Indonesia U-17, mengungkapkan bahwa pertandingan melawan Brasil dalam Grup H Piala Dunia U-17 memberikan banyak pelajaran. Timnas kalah 0-4 dalam pertandingan yang berlangsung pada Jumat (7/11), sehingga harus puas berada di posisi ketiga di klasemen sementara dengan nol poin.

”Yang bisa kita ambil ya itu adalah perlawanan dari Brasil yang sangat ketat sekali pressing-nya, tapi kita nggak lepas dari yang kita lakukan latihan waktu sebelum lawan Brasil,” kata Alberto seperti dilansir dari Antara usai pertandingan.

Dari segi strategi, Fadly menilai bahwa timnas memiliki beberapa aspek yang bisa ditingkatkan. ”Dari build up, mungkin pressing, dan kita bertahan total ya, karena kita menggunakan counter attack juga, itu yang bisa membuat kita mungkin golnya sedikit lawan Brasil,” ujarnya.

Beberapa pemain timnas U-17 sempat melakukan kesalahan mendasar saat melawan Brasil. Namun, Fadly tidak ingin menyalahkan rekan-rekannya. ”Mungkin ada yang nervous, sama kaget juga, mungkin dengan postur Brasil ataupun dengan pressing-pressing Brasil juga,” katanya.

Dia juga menekankan pentingnya kekompakan antar pemain. ”Dari babak pertama sampai selesai, kami terus menguatkan sesama tim, sesama teman juga kan, meskipun ada yang buat kesalahan, kita bantu terus untuk jangan sampai dia merasa bersalah,” tambah Fadly.

Meski kalah dari Brasil, timnas U-17 masih memiliki sedikit harapan untuk lolos ke 32 besar. Mereka harus memenangkan pertandingan melawan Honduras sambil berharap hasil-hasil pertandingan lainnya menguntungkan mereka.

”Tadi pelatih ngomong tidak ada yang tidak mungkin juga kan. Kita lawan Brasil cuma kalah 0-4, sedangkan Honduras 0-7. Nah itu menjadi tantangan kita untuk final besok untuk lawan Honduras masih bisa lolos,” tutur Fadly.

Pandangan Ketua Umum PSSI

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengakui bahwa kekuatan Brasil masih jauh di atas timnas Indonesia U-17. Kekalahan atas Brasil itu membuat Indonesia masih mengoleksi nol poin dari dua pertandingan, setelah pada laga pertama kalah 1-3 dari Zambia.

”Ya memang Brasil di atas kita jauh, dan kemarin kita ada kesempatan sama Zambia. Kita kecolongan tiga gol dalam tujuh menit. Di babak kedua kita main lebih bagus, ada banyak kesempatan tapi belum gol,” kata Erick.

”Tapi anak-anak saya rasa ini kesempatan, ini sejarah lho Indonesia lawan Brasil di Piala Dunia walaupun U-17,” imbuh dia.

Menurut Erick, salah satu kelebihan para pemain Brasil dibanding Indonesia adalah banyaknya kesempatan bermain. ”Di Brasil itu mereka satu pemain bisa main 70 game (per tahun) tapi kita belum. Jadi kita harus buat terobosan sepertinya,” terang Erick.

Meski belum berhasil mendulang poin dari dua laga yang dimainkan, Erick mengaku tetap bangga kepada Pelatih Nova Arianto, segenap pemain, serta para pendukung timnas U-17.

Harapan untuk Laga Terakhir

Menatap laga terakhir fase grup melawan Honduras pada Senin (10/11), Erick masih optimistis timnas akan mendapat hasil positif. ”Harapannya menang. Zambia tadi sama Honduras, saya nggak melihat, katanya 3-1 di halftime. Artinya kalau hasilnya 3-1 (hasil akhir adalah Zambia menang 5-2) atau lebih, saya tidak tahu,” ucap Erick.

”Artinya kita sama Honduras seimbang, jadi ada kesempatan. Tinggal semoga kita lihat cederanya. Tadi ada satu pemain back kita cedera, coba mudah-mudahan tidak begitu parah. Kita lihat saja,” ucap Erick.

Exit mobile version