banner 728x250

ADA KISAH: Bongkar Krisis Kesejahteraan Dosen, Minta Reformsasi Sistem Keuangan PTN

banner 120x600
banner 468x60

Audiensi ADAKSI dengan Menteri Keuangan RI: Kesejahteraan Dosen dan Reformasi Sistem Pendidikan Tinggi

Aliansi Dosen ASN Kemdiktisaintek Seluruh Indonesia (ADAKSI) melakukan audiensi resmi dengan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Dr. Purbaya Yudhi Sadewa, pada Jumat (21/11) pukul 09.00–10.15 WIB di Gedung Cakti Kemenkeu RI. Pertemuan ini menjadi momen penting yang diharapkan mampu membuka jalan menuju reformasi menyeluruh sistem keuangan pendidikan tinggi, setelah bertahun-tahun dosen ASN terbelit persoalan kesejahteraan dan tata kelola PTN yang dinilai tidak adil.

Audiensi dihadiri sepuluh perwakilan ADAKSI, bersama sejumlah pejabat tinggi Kemenkeu yang mendampingi Menkeu dalam dialog strategis ini. Dalam pertemuan tersebut, ADAKSI menyampaikan tiga isu kritis yang telah “menggunung” di dunia keguruan tinggi, yaitu:

banner 325x300
  • Rapelan Tukin 2020–2024 yang Mandek Lima Tahun

    ADAKSI menegaskan bahwa Tunjangan Kinerja dosen ASN periode 2020–2024 adalah hak sah berdasarkan Perpres No. 136/2018 dan Permendikbud No. 49/2020, namun hingga kini belum dibayarkan. Menurut ADAKSI, keterlambatan tersebut telah menjadi government liability yang wajib dipenuhi negara.

  • Kekacauan Tata Kelola Keuangan PTN

    Aliansi memaparkan kerusakan struktural yang ditimbulkan oleh klasterisasi Satker, BLU, dan PTN Badan Hukum (BH). Masalah yang diangkat antara lain selisih remunerasi ekstrem antara dosen “pejabat” dan dosen “biasa”, banyak dosen BLU/BH menerima penghasilan di bawah standar Tukin nasional. Disparitas pendapatan antarfakultas dalam satu kampus serta beban mengajar tak manusiawi hingga 60 SKS per semester demi mengejar pendapatan BLU/BH. Ekspansi agresif PTN BLU/BH juga menyebabkan banyak PTS kolaps karena kekurangan mahasiswa.

  • Tunjangan Fungsional Stagnan 18 Tahun

    ADAKSI menilai stagnasi tunjangan fungsional sejak 2007 adalah anomali besar yang bertentangan dengan peran strategis dosen sebagai penggerak pembangunan SDM unggul.

Jawaban Komprehensif dari Menteri Keuangan

Menteri Keuangan Dr. Purbaya Yudhi memberikan jawaban komprehensif atas seluruh isu yang dipaparkan ADAKSI. Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain:

  • Rapelan Tukin Akan Dibayar Setelah Ada Permohonan Resmi

    Negara menyatakan bersedia membayarkan rapelan Tukin 2020–2024. Namun, pencairan baru bisa dilakukan setelah Kemendiktisaintek mengajukan permohonan formal sesuai mekanisme pemerintah.

  • Data aktual diperlukan untuk memetakan ketimpangan penghasilan dosen

    Menkeu menegaskan pentingnya standarisasi penghasilan dosen ASN, tanpa dibatasi klaster Satker–BLU–BH, sejalan dengan visi Presiden Prabowo: pendidikan tinggi murah bahkan gratis. Model klasterisasi PTN dinilai menciptakan distorsi sistemik dan akan dievaluasi agar selaras dengan kebijakan baru pemerintah.

  • Penegakan Mandatory Spending 20 persen Pendidikan

    Menkeu menyebut anggaran pendidikan 20% perlu ditelusuri, karena diduga tidak seluruhnya benar-benar digunakan untuk sektor pendidikan.

  • Tunjangan Fungsional Masuk Evaluasi Besar ASN

    Stagnasi hampir dua dekade akan menjadi bagian dari evaluasi total pendapatan ASN, termasuk dosen.

  • Ruang Audit Investigatif PTN

    Meski PTN BLU dan BH sudah diaudit akuntan publik, Kemenkeu tetap berwenang melakukan audit investigatif pada penggunaan BOPTN, aset negara, dan penyertaan APBN.

Komitmen ADAKSI untuk Perbaikan Sistem

“ADAKSI mengapresiasi keterbukaan Menkeu dan menilai pertemuan ini sebagai titik balik perbaikan sistem keuangan pendidikan tinggi,” ujar Hapsa Usman berdasarkan keterangan pers, Senin (24/11).

Aliansi berkomitmen mengawal tindak lanjut, termasuk mendesak Kemendiktisaintek segera mengajukan permohonan pembayaran rapelan Tukin. Mengusulkan harmonisasi kebijakan remunerasi dosen agar lebih adil dan manusiawi. Memperjuangkan tata kelola PTN yang transparan dan pro-kualitas akademik.

ADAKSI berharap negara semakin kuat hadir dalam meningkatkan kesejahteraan dosen, memperluas akses pendidikan tinggi, dan menjaga kualitas pembelajaran generasi muda Indonesia.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *