Indeks

177 Ribu Warga Bener Meriah Terisolasi Akibat Banjir, Logistik Diantar Melalui Udara



Bener Meriah, Maduraraya.id

– Kabupaten Bener Meriah masih mengalami isolasi akibat banjir dan longsor yang terjadi beberapa waktu lalu. Sebanyak 177 ribu warga terdampak dalam situasi ini.

Sementara itu, persediaan logistik di wilayah tersebut semakin menipis dan diperkirakan hanya cukup untuk beberapa hari ke depan. Untuk memastikan distribusi bantuan dapat berjalan, pihak berwenang akan menggunakan jalur udara sebagai metode utama.

Tagore Abu Bakar, Bupati Kabupaten Bener Meriah menyampaikan bahwa wilayahnya masih terisolasi dan belum menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat.

“Bener Meriah masih terisolir dari berbagai akses dan belum mendapatkan bantuan dari Provinsi Aceh dan Nasional,” ujar Tagore dalam keterangannya pada Sabtu (29/11/2025).

Tagore menegaskan bahwa jika dalam 2 hingga 3 hari ke depan tidak ada bantuan logistik makanan yang tiba, stok yang ada saat ini tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh warga.

“Kami sangat membutuhkan bantuan logistik untuk saat ini,” tambahnya.

177 Ribu Warga Terisolasi

Dalam update terkini mengenai kondisi akibat dampak banjir dan longsor, Tagore menyebutkan bahwa jumlah korban meninggal dunia mencapai 19 orang dan 31 jiwa hilang.

Jumlah pengungsi sebanyak 37.306 jiwa, sementara warga terisolir mencapai 177.967 orang.

Selain itu, terdapat 27 titik pengungsian yang telah disiapkan. Jembatan yang putus mencapai 43 titik, jalan yang terputus sebanyak 21 titik, longsor terjadi di 35 lokasi, dan banjir melanda 26 titik.

Bantuan Dikirim Lewat Udara

Pemerintah pusat dan daerah memastikan percepatan distribusi bantuan bagi warga terdampak banjir dan longsor di Aceh. Metode yang digunakan adalah melalui pesawat dan helikopter TNI untuk menjatuhkan logistik langsung ke titik-titik yang sulit dijangkau.

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa penyaluran bantuan tidak lagi menunggu proses panjang karena situasi di Aceh membutuhkan respons darurat dan cepat.

“Mulai besok, seluruh kebutuhan dasar seperti pakaian, air bersih, makanan, dan obat-obatan akan disalurkan secara masif ke seluruh wilayah terdampak, termasuk ke daerah terisolir,” katanya usai meninjau korban banjir di Kabupaten Pidie Jaya.

Sjafrie menyebutkan bahwa bantuan yang dijatuhkan akan diterima langsung oleh prajurit TNI yang telah disiagakan di bawah, dan selanjutnya akan diantarkan langsung kepada para pengungsi.

“Mulai hari ini kita akan beli dan siapkan semua kebutuhan. Ini akan kita lakukan dengan cepat. Tidak perlu rapat lagi, tindakan langsung,” ucapnya.

Exit mobile version