Daftar 10 Provinsi dengan Jalan Rusak Terbanyak di Indonesia
Menurut data yang dirilis oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU), terdapat 10 provinsi di Indonesia yang memiliki jalan rusak terbanyak. Data ini mencerminkan kondisi jalan nasional yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat.
Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menduduki posisi pertama dalam daftar ini. Jalan rusak di Kalteng mencapai total panjang sekitar 191,56 kilometer. Angka ini menunjukkan bahwa wilayah ini mengalami kerusakan jalan yang cukup signifikan.
Diikuti oleh Kalimantan Timur (Kaltim) yang memiliki jalan rusak sepanjang 186,20 km. Sementara itu, Papua Barat berada di urutan ketiga dengan total kerusakan jalan sepanjang 172,76 km.
Berikut adalah daftar 10 provinsi dengan jalan rusak terbanyak berdasarkan data Kondisi Jalan 2025 yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum:
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Timur
- Papua Barat
- Papua Pegunungan
- Sumatera Barat
- Papua
- Sumatera Utara
- Aceh
- Nusa Tenggara Timur
- Lampung
Jenis Kerusakan Jalan yang Dihitung
Jalan rusak yang dimaksud dalam data tersebut mencakup kategori kerusakan ringan dan berat, baik secara struktur maupun fungsi. Hal ini menunjukkan bahwa tidak hanya jalan yang hancur total, tetapi juga jalan dengan kerusakan kecil yang dapat memengaruhi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Tanggung Jawab dan Peran Pemerintah
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng, Juni Gultom, jalan yang terdata rusak merupakan wewenang dari Kementerian PU karena berstatus jalan nasional. Oleh karena itu, ia menyarankan agar pemerintah pusat lebih memperhatikan perbaikan dan pembangunan jalan nasional di Kalteng.
Juni juga menjelaskan bahwa jalan provinsi yang dikelola oleh Pemprov Kalteng memiliki kemantapan sebesar 87 persen. Ia menegaskan bahwa data ini mencerminkan kondisi jalan nasional, bukan jalan provinsi atau kabupaten/kota di Kalteng.
Permasalahan yang Dihadapi
Masalah jalan rusak menjadi isu penting bagi masyarakat, terutama mereka yang sering melewati jalur-jalur tersebut. Kerusakan jalan dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas dan merusak komponen kendaraan, seperti komponen kaki-kaki mobil. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah konkret untuk memperbaiki kondisi jalan di seluruh Indonesia.
Selain itu, masyarakat juga harus lebih waspada saat melewati jalan yang rusak. Salah satu contohnya adalah saat melalui lubang jalan yang besar atau jalan yang menganga. Tindakan seperti menginjak rem secara tiba-tiba saat melewati lubang bisa berbahaya dan menyebabkan kerusakan pada kendaraan.
Dengan adanya data ini, diharapkan pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama untuk memperbaiki kondisi jalan di Indonesia. Perbaikan jalan tidak hanya berdampak pada keselamatan, tetapi juga meningkatkan efisiensi transportasi dan ekonomi lokal.
