Di dunia ini, keberagaman bahasa menjadi salah satu aspek yang menarik untuk dipelajari. Banyak negara memiliki keragaman bahasa yang luar biasa, bahkan beberapa di antaranya menjadi tempat tinggal bagi ratusan bahasa. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa tidak hanya sekadar angka, melainkan juga sebagai bukti dari interaksi sosial, identitas budaya, dan tradisi yang berkembang secara dinamis.
Menurut data Ethnologue yang diproduksi oleh Summer Institute of Linguistics International (SIL International), Papua Nugini menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan jumlah bahasa terbanyak di dunia pada tahun 2024. Jumlahnya mencapai 840 bahasa yang masih digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Angka ini menunjukkan bahwa lebih dari 10 persen dari total 7.000 bahasa aktif di dunia berasal dari Papua Nugini.
Sejarah panjang Papua Nugini berperan penting dalam menjaga keragaman bahasa tersebut. Manusia telah tinggal di wilayah ini sejak 50.000 tahun lalu, memberikan ruang bagi munculnya bahasa-bahasa baru. Selain itu, kedatangan manusia dari daerah sekitar sekitar 3.500 tahun lalu turut memperkaya budaya dan membuka jalan bagi masuknya bahasa-bahasa baru ke dalam kehidupan masyarakat.
Indonesia juga termasuk salah satu negara dengan keragaman bahasa yang sangat tinggi. Menurut data dari petabahasa.kemdikbud.go.id, Indonesia memiliki 718 bahasa yang masih digunakan. Namun, berdasarkan data Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) tahun 2024, dari jumlah tersebut, 18 bahasa dianggap aman, 21 rentan, 3 mengalami kemunduran, 29 terancam punah, 8 kritis, dan 5 sudah punah.
Berikut adalah 10 negara dengan jumlah bahasa terbanyak di dunia, menurut SIL International 2024:
- Papua Nugini – 840 bahasa
- Indonesia – 710 bahasa
- Nigeria – 530 bahasa
- India – 453 bahasa
- China – 306 bahasa
- Meksiko – 293 bahasa
- Kamerun – 279 bahasa
- Amerika Serikat – 236 bahasa
- Australia – 224 bahasa
- Brasil – 222 bahasa
Perlu dicatat bahwa jumlah bahasa yang ada di suatu negara bisa berbeda-beda tergantung sumber data yang digunakan. Di Indonesia, misalnya, beberapa sumber menyebutkan angka 710 hingga 718 bahasa, tergantung metode penghitungan dan penilaian status bahasa tersebut.
Keragaman bahasa ini menjadi cerminan dari kekayaan budaya dan sejarah Indonesia. Namun, tantangan seperti globalisasi dan urbanisasi dapat memengaruhi kelangsungan hidup bahasa-bahasa daerah. Oleh karena itu, perlindungan dan pelestarian bahasa lokal menjadi hal yang sangat penting agar keragaman ini tetap bertahan di masa depan.
