banner 728x250

Airnav Indonesia Pantau Angkutan Penerbangan Natal dan Tahun Baru 2025-2026

banner 120x600
banner 468x60

Persiapan dan Peningkatan Keselamatan dalam Masa Liburan Natal dan Tahun Baru

JAKARTA, Maduraraya.id – Direktur Keselamatan Keamanan dan Standardisasi AirNav Indonesia, Capt Nurcahyo Utomo menjelaskan bahwa selama masa pelayanan Natal dan tahun baru, fokus utama AirNav Indonesia adalah memastikan kelancaran angkutan penerbangan dengan tetap menjaga standar keselamatan.

“Setiap perubahan operasional harus melalui ‘safety risk assessment’. Meskipun kecepatan bisa meningkat, keselamatan tidak boleh dikompromikan,” ujarnya.

banner 325x300

Capt Nurcahyo menekankan pentingnya peningkatan pengawasan terhadap berbagai faktor risiko seperti cuaca ekstrem, abu vulkanik, balon udara, layang-layang liar, serta satwa liar di sekitar bandara. Selain itu, keamanan siber juga diperkuat melalui Security Operation Center (SOC) dan CSIRT yang siaga 24 jam setiap hari. Informasi ancaman juga dibagikan dengan Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN).

“AirNav Indonesia memastikan seluruh layanan navigasi di 302 unit pelayanan dari Sabang hingga Merauke dalam kondisi siaga penuh untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat. Intinya, ruang udara dijaga, sistem dijaga, dan manusia di dalamnya juga dijaga,” katanya.

Prediksi Puncak Pergerakan Lalu Lintas Penerbangan

Sebelumnya, pihak Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia memprediksi bahwa puncak pergerakan lalu lintas penerbangan selama masa angkutan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 akan terjadi pada 19 Desember 2025.

Sedangkan puncak arus balik diprediksi terjadi pada 3–4 Januari 2026. Hal ini disampaikan oleh Direktur Operasi AirNav Indonesia, Setio Anggoro di Tangerang, Banten.

“Puncak arus libur Natal dan tahun baru diperkirakan terjadi 19–20 Desember 2025. Kemudian puncak arus balik diprediksi pada 3–4 Januari 2026,” ujarnya.

Jumlah Proyeksi Penerbangan Selama Masa Liburan

Selama masa puncak libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, intensitas penerbangan harian di seluruh bandara diperkirakan mencapai 4.300 hingga mendekati 4.930 pergerakan pesawat. Jumlah proyeksi pergerakan pesawat selama periode layanan masa libur panjang mencapai 76.972 penerbangan.

“Fokusnya pergerakan penerbangan ini menuju daerah wisata seperti Bali, Yogyakarta, dan Lombok,” ungkap Setio.

Strategi dan Kesiapan Penuh

Untuk menghadapi lonjakan jumlah penerbangan, AirNav Indonesia telah melakukan berbagai persiapan. Mulai dari peningkatan pengawasan terhadap segala kemungkinan risiko, penguatan sistem keamanan siber, hingga kesiapan personel dan fasilitas di seluruh unit pelayanan. Dengan demikian, masyarakat dapat merayakan liburan dengan aman dan nyaman.

Dalam rangka mendukung kelancaran perjalanan, AirNav Indonesia juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk otoritas penerbangan dan instansi keamanan. Dengan kombinasi teknologi, manajemen risiko, dan kesiapan tim, AirNav Indonesia berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik selama masa liburan Natal dan Tahun Baru.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *