banner 728x250

BRPT Bocorkan Rahasia: Laba Melonjak 30 Kali, Utang Lebih Sehat, Target BREN 1GW Tahun Depan

banner 120x600
banner 468x60

Kinerja Keuangan yang Mencengangkan

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) baru saja merilis materi Paparan Publik (Public Expose) Tahunan 2025 pada Jumat (7/11/2025) sore setelah pasar saham ditutup. Materi ini memberikan gambaran paling detail mengenai kinerja fundamental perseroan selama sembilan bulan pertama 2025 (9M2025) serta peta jalan (roadmap) ekspansi ke depan. Investor di pasar modal hari ini, Senin (10/11/2025), untuk pertama kalinya dapat menganalisis dan bereaksi terhadap “jeroan” lengkap perusahaan induk milik Prajogo Pangestu tersebut.

banner 325x300

Secara garis besar, BRPT memaparkan empat poin utama: kinerja keuangan 9M2025 yang meroket, neraca keuangan yang semakin sehat, serta progres dari berbagai inisiatif pertumbuhan.

Kinerja Keuangan 9M2025: Laba Melonjak 30 Kali Lipat

Poin paling menonjol dari paparan BRPT adalah lonjakan luar biasa pada kinerja keuangannya. Pendapatan konsolidasi meroket 232% YoY menjadi US$ 5,564 miliar (sekitar Rp 92,6 T). Lonjakan ini dikontribusi oleh dua pilar utama:

  • Petrokimia (TPIA & Aster): US$ 5,102 miliar
  • Energi (BREN): US$ 457 juta

EBITDA perseroan juga terbang 409% YoY menjadi US$ 2,168 miliar. Hasilnya, Laba Bersih Setelah Pajak (Net Profit) ikut melonjak tajam lebih dari 30 kali lipat, dari US$ 61 juta di 9M2024 menjadi US$ 1,819 miliar (sekitar Rp 30,2 triliun) di 9M2025. Manajemen menjelaskan bahwa lonjakan laba ini didorong oleh konsolidasi akuisisi Aster dan pengakuan akuntansi “bargain purchase” (laba atas pembelian dengan harga menguntungkan).

Neraca Kian Sehat: Rasio Utang Membaik Drastis

Selain laba yang meroket, BRPT juga berhasil memperkuat neraca keuangannya. Akuisisi besar-besaran yang dilakukan tidak membuat utang membengkak, justru sebaliknya. Rasio Net Debt to Equity (NDER) perseroan tercatat membaik signifikan dari 0,72x pada akhir 2024 menjadi 0,54x pada September 2025. Rasio Utang terhadap Modal (Debt to Capital) juga turun dari 52,50% menjadi 50,26%. Posisi kas dan setara kas juga sangat gemuk, naik 85% dari US$ 1,6 miliar (2024) menjadi US$ 2,968 miliar (9M25). Ini menunjukkan BRPT memiliki fleksibilitas finansial yang kuat untuk mendanai ekspansi ke depan.

Empat Proyek Pertumbuhan Utama (Growth Initiatives)

Manajemen BRPT memaparkan empat pilar utama yang menjadi fokus pertumbuhan perseroan ke depan:

  • Proyek CA-EDC (Chandra Asri/TPIA): Proyek Pabrik Chlor-Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon dilaporkan telah mencapai progres konstruksi 33%. Proyek yang ditargetkan COD pada 2026 ini akan memproduksi 400 KTA Caustic Soda (untuk pasar domestik) dan 500 KTA EDC (untuk pasar ekspor).
  • Ekspansi Regional (Chandra Asri/TPIA): Akuisisi jaringan ritel SPBU Esso milik ExxonMobil di Singapura ditargetkan selesai pada akhir tahun 2025.
  • Ekspansi Energi Terbarukan (BREN): Perseroan menargetkan kapasitas terpasang BREN menembus 1 GigaWatt (1.000 MW) pada tahun 2025. Peta jalan (roadmap) menunjukkan target kapasitas panas bumi (geothermal) mencapai 1.905 MW (base case) hingga 2.430 MW (upside case) pada 2032.
  • Ekspansi Infrastruktur (CDIA): Melanjutkan momentum kuat pasca-IPO, anak usaha PT Chandra Daya Investasi (CDIA) akan menambah 2 kapal baru, 20 truk baru, dan memperluas kapasitas PLTS menjadi 11 MWp.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *