Perse Ende Kandas di Laga Pembuka ETMC XXXIV
Pada laga pembuka El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIV yang digelar di Stadion Marilonga, Kabupaten Ende, Minggu (9/11/2025), Perse Ende harus menerima kekalahan 2-1 dari Citra Bakti Ngada (CBN). Skor akhir ini menjadi awal yang mengecewakan bagi tim tuan rumah, terutama setelah gagal menyamakan skor di menit akhir pertandingan.
Drama Penalti yang Mengubah Nasib Tim
Salah satu momen paling menonjol dalam pertandingan ini adalah eksekusi penalti yang gagal dilakukan oleh kapten Perse Ende, Adi Atep, di menit ke-108. Eksekusi tersebut gagal menjebol gawang Mardyan Ngoe, kiper CBN, dan membuat Perse Ende tidak bisa menyamakan kedudukan. Ini menjadi momen yang sangat mengesalkan bagi para pendukung dan pemain Perse Ende.
Adi Atep sendiri mengakui bahwa performa timnya pada malam itu kurang optimal. Ia menyatakan bahwa semua lini perlu dievaluasi, termasuk dirinya sebagai kapten yang gagal mengeksekusi tendangan penalti. “Semua lini perlu dievaluasi, kami tadi malam turun dengan permainan yang bisa dikatakan buruk,” ujar Adi Atep kepada media setempat.
Evaluasi dan Janji untuk Pertandingan Berikutnya
Setelah kekalahan ini, Perse Ende berjanji akan melakukan perubahan yang lebih baik di dua laga tersisa Grup A. Adi Atep menegaskan bahwa tim akan fokus pada pertandingan kedua dan ketiga melawan BMU Alor dan Sergio Malaka. Ia juga meminta maaf kepada masyarakat Kabupaten Ende atas hasil pertandingan tersebut.
“Kita masih ada pertandingan kedua dan ketiga, dan kita belum habis disini. Saya secara pribadi meminta maaf kepada masyarakat Kabupaten Ende, Bapak Bupati, Pak Manager, semua yang ada di Kabupaten Ende, termasuk tim pelatih semua, saya meminta maaf dan saya janji di pertandingan kedua dan ketiga saya akan berikan yang terbaik untuk Perse dan Kabupaten Ende,” kata Adi Atep dengan penuh semangat.
Motivasi dari Manajemen
Manager Perse Ende, Mikel Badeoda, juga mengakui bahwa performa tim di laga pembuka tidak maksimal. Ia menyatakan bahwa kelemahan di lini tengah akan segera dievaluasi. “Saya kira kelemahan di lini tengah akan kami evaluasi di intern, saya lihat di ujicoba kemarin luar biasa, tapi saya yakin di pertandingan berikutnya anak-anak pasti bangkit dan menjawab kekecewaan masyarakat Kabupaten Ende,” ujar Mikel Badeoda.
Ia juga menyampaikan bahwa kritikan dari masyarakat akan menjadi motivasi bagi tim. “Kritik ini menjadi motivasi dan kekuatan kami dan saya sudah sampaikan kepada pemain, kita dihujat habis-habisan oleh netizen dan masyarakat Ende, tapi hujatan ini baik untuk kita untuk bisa merubah pertandingan kedua dan ketiga untuk menjawab kekecewaan masyarakat Ende,” tambahnya.
Jalannya Pertandingan
Pertandingan dimulai dengan tensi tinggi, dengan kedua tim langsung menunjukkan permainan terbuka. Perse Ende yang dimotori Adi Atep tampil agresif, tetapi justru CBN yang lebih dulu menciptakan peluang berbahaya. Di menit ke-9, tendangan keras pemain CBN membentur mistar gawang Melkior Doni.
Perse Ende berhasil unggul 1-0 di menit ke-24 melalui gol Zainal. Namun, CBN mampu menyamakan skor di akhir babak pertama. Babak kedua berjalan lebih dinamis, dengan CBN yang lebih dominan. Gol kedua mereka dicetak oleh Yohanes Dake di menit ke-83, yang membuat skor berubah menjadi 2-1.
Di menit-menit akhir, wasit memberikan tambahan waktu tiga menit. Namun, pertandingan terus berlangsung hingga menit ke-108 karena adanya insiden dan protes keras dari kubu CBN. Drama terjadi saat wasit memberikan hadiah penalti bagi Perse, namun eksekusi Adi Atep gagal.
Kesimpulan
Kekecewaan terhadap kekalahan ini tidak hanya dirasakan oleh pemain, tetapi juga oleh para pendukung Perse Ende. Meski demikian, Adi Atep dan manajemen tetap optimis akan bangkit di pertandingan berikutnya. Mereka berharap bisa membalikkan situasi dan memberikan hasil yang lebih baik untuk masyarakat Kabupaten Ende.


















