Pendanaan untuk Generasi Z di Surabaya
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan kesempatan emas bagi Generasi Z untuk mengekspresikan kreativitas mereka. Dalam upaya memfasilitasi anak-anak muda, Pemkot mengalokasikan dana pembinaan sebesar Rp 5 juta per bulan untuk setiap RW. Kebijakan ini diambil berdasarkan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang melibatkan langsung para pemuda dari berbagai wilayah.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa kebijakan ini lahir dari permintaan langsung para generasi muda dalam Musrenbang. Mereka menginginkan adanya fasilitasi yang dapat mendukung pengembangan diri mereka. “Mereka minta difasilitasi, maka kita lakukanlah yang namanya pengakomodiran anggaran,” ujarnya.
Menurut Eri, kebijakan ini menunjukkan komitmen Pemkot dalam menyediakan wadah bagi anak muda Gen Z. Program yang disediakan bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan memberikan dampak positif kepada masyarakat sekitar. “Anak-anak muda Gen Z ini tidak bisa dibuatkan permainan masa lalu seperti engklek. Maka apa keinginannya, anak-anak muda bisa mengajukan kepada lurah dan camat, nanti dievaluasi kegiatannya,” tambahnya.
Persyaratan Kegiatan yang Diajukan
Namun, kegiatan yang diajukan oleh generasi muda harus memiliki dampak positif bagi lingkungan sekitar. Oleh karena itu, program anak-anak muda akan dinilai secara terbuka oleh lurah, camat, hingga pengurus RT/RW. “Setelah disampaikan proposalnya, Lurah, Camat, RT/RW kumpul, sudah benar ini, dampaknya apa program yang dibuat anak muda buat RW kita. Kalau dampaknya ada, (silakan) jalan,” jelas Eri.
Proposal kegiatan akan diajukan oleh anak-anak muda melalui RT/RW. Selanjutnya, proposal tersebut akan dibahas oleh RT/RW, lurah, dan camat sebelum akhirnya disetujui. “Program apapun boleh, tetapi yang saya bilang adalah programnya bisa memberikan manfaat untuk RW-nya. Saya ingin itu (program) muncul dari pendapat anak-anak muda, Generasi Z,” ujar Wali Kota Eri.
Tujuan dan Harapan Pemkot Surabaya
Pejabat yang akrab disapa Cak Eri ini berharap program pendanaan sebesar Rp 5 juta per bulan di setiap RW tersebut dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kreativitas anak muda sejak dari lingkungan terkecil. “Surabaya ini dibangun oleh kekuatan anak muda, maka dimulailah dari RW-RW itu. Yang tua-tua juga jangan minta menang terus, kita juga harus menyiapkan anak-anak muda, ini yang kita fasilitasi,” tegasnya.
Dengan pendanaan yang diberikan, Pemkot Surabaya berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih dinamis dan inovatif. Anak muda diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kebijakan ini juga menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa generasi muda tidak hanya menjadi penerima, tetapi juga aktor utama dalam proses pembangunan kota.


















