banner 728x250

Dick Cheney Meninggal: Mengenang Perjalanan Politik dan Kontroversi Kebijakan Luar Negeri

banner 120x600
banner 468x60

Jejak Kehidupan Dick Cheney

Dick Cheney, mantan Wakil Presiden Amerika Serikat, meninggal dunia pada usia 84 tahun di hari Senin (3/11) malam waktu setempat. Kabar duka ini disampaikan oleh keluarganya dalam sebuah pernyataan pada Selasa (4/11) waktu setempat. Menurut informasi yang diberikan, Cheney meninggal akibat komplikasi pneumonia, penyakit jantung, dan pembuluh darah. Istri tercintanya, Lynne, serta dua putrinya, Liz dan Mary, berada di sisinya saat kepergian tersebut terjadi.

Cheney adalah sosok penting dalam sejarah politik Amerika Serikat. Minatnya terhadap dunia politik membawanya ke Washington pada tahun 1968 ketika ia menjadi congressional fellow. Di sana, ia mengenal Donald Rumsfeld, anggota DPR dari Illinois, dan menjadi anak didiknya. Cheney bekerja di bawah Rumsfeld di dua lembaga pemerintahan dan Gedung Putih era Presiden Gerald Ford. Pada usia 34 tahun, ia menjadi chief of staff termuda dalam sejarah. Setelah menjabat selama 14 bulan, ia kembali ke kampung halamannya di Casper dan maju sebagai calon anggota DPR untuk Wyoming.

banner 325x300

Selama masa kampanye, Cheney sempat mengalami serangan jantung ringan, namun tetap memenangkan pemilu dan mempertahankan kursinya hingga lima periode. Pada tahun 1989, ia ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan oleh Presiden George H.W. Bush. Dalam masa jabatannya, ia memimpin Pentagon selama Perang Teluk 1990-1991 yang berhasil mengusir pasukan Irak dari Kuwait. Selama dua periode pemerintahan Bush, Cheney juga menjabat sebagai CEO Halliburton, perusahaan besar yang berkaitan dengan industri minyak dan gas.

Peran dalam Pemilu 2000 dan 2004

Pada tahun 2000, setelah lima tahun di Halliburton, Cheney mengundurkan diri. Ia kemudian menerima tawaran George W. Bush untuk menjadi calon wakil presiden. Keputusan ini mengejutkan sejumlah pengamat karena sebelumnya Cheney beberapa kali menolak pencalonan untuk jabatan politik yang lebih tinggi. Meski begitu, Bush dan Cheney menang dalam pemilu 2000 dan kembali terpilih pada 2004 setelah mengalahkan kandidat Partai Demokrat, Senator John Kerry.

Kebijakan Perang Irak

Cheney dan Donald Rumsfeld, yang pernah bekerja bersama di pemerintahan Richard Nixon, menjadi dua tokoh kunci yang mendorong invasi Amerika Serikat ke Irak pada Maret 2003. Sebelum perang dimulai, Cheney menyampaikan kemungkinan adanya keterkaitan Irak dengan al-Qaeda serta serangan 11 September 2001. Ia juga memprediksi bahwa pasukan AS akan “disambut sebagai pembebas” oleh rakyat Irak dan operasi militer akan berjalan singkat, “beberapa minggu, bukan bulan.”

Namun, pada Maret 2003 ketika AS dan koalisi sekutu mulai menyerang Irak, tidak ditemukan bukti kuat terkait tuduhan yang dilontarkan pemerintahan Bush. Keduanya terbukti keliru. Meskipun begitu, Cheney tetap bersikeras bahwa pemerintah AS harus melakukan apa pun untuk “melindungi Amerika”, meski langkah tersebut menuai kritik luas.

Dampak Konflik di Berbagai Negara

Menurut laporan Watson Institute for International and Public Affairs di Brown University melalui The Guardian, sejak 2001 setidaknya 800.000 orang tewas akibat kekerasan perang langsung di Irak, Afghanistan, Suriah, Yaman, dan Pakistan. Hal ini menggambarkan besarnya dampak konflik yang terkait dengan kebijakan luar negeri era Cheney. Dengan peran dan kebijakannya, Cheney meninggalkan jejak yang mendalam dalam sejarah politik Amerika Serikat.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *