Dr. Mustika Dharma Terpilih sebagai Ketua IDI OKU Timur
Melalui proses Musyawarah Cabang (Muscab) yang diikuti ratusan dokter, dr. Mustika Dharma, Sp.OG. terpilih secara aklamasi sebagai Ketua IDI OKU Timur periode 2025–2028. Acara ini berlangsung di Aula Bina Praja I Pemkab OKU Timur dan menjadi momen penting bagi organisasi profesi dokter terbesar di daerah tersebut.
Dalam forum yang dihadiri oleh 207 dokter umum dan spesialis serta 60 dokter internship, satu keputusan penting lahir: dr. Mustika Dharma, Sp.OG., terpilih secara aklamasi sebagai Ketua IDI Cabang OKU Timur periode 2025–2028. Sidang pleno yang dipimpin oleh dr. Sugihartono, M.Sc. berlangsung tertib dan demokratis. Nama dr. Mustika mengemuka setelah seluruh peserta sepakat bahwa dirinya layak melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan organisasi profesi dokter terbesar di daerah tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan. Ini merupakan amanah besar untuk bersama-sama membawa IDI OKU Timur menjadi lebih baik,” ujar dr. Mustika dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan para peserta.
Namun di balik rasa syukur atas kepercayaan yang diterima, dr. Mustika tak menutup mata terhadap sejumlah tantangan yang dihadapi IDI OKU Timur. Salah satu pekerjaan rumah yang paling nyata, katanya, adalah ketiadaan sekretariat tetap bagi organisasi. Selama masa jabatannya, ini masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terpecahkan. Harapannya ke depan, IDI OKU Timur dapat memiliki sekretariat sendiri.
Ketiadaan sekretariat ini, menurutnya, kerap menjadi kendala dalam pelaksanaan berbagai kegiatan organisasi maupun koordinasi antaranggota. Karena itu, Mustika menegaskan, membangun kelembagaan yang kuat akan menjadi prioritas awal dalam masa kepemimpinannya.
Selain membenahi struktur organisasi, dr. Mustika Dharma berkomitmen memperkuat kapasitas serta kompetensi para dokter di OKU Timur. Ia berencana menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah agar IDI dapat memperoleh dana hibah untuk menyelenggarakan seminar, pelatihan, dan kegiatan ilmiah kedokteran.
“Melalui dukungan pemerintah, kami ingin menghadirkan seminar dan pelatihan yang mendatangkan narasumber berpengalaman dari berbagai daerah. Ini penting untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di OKU Timur,” jelasnya.
Langkah tersebut dinilai selaras dengan semangat kolaboratif yang selama ini dibangun antara tenaga medis dan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan pelayanan publik di sektor kesehatan.
Lebih jauh, dr. Mustika menyoroti pentingnya dukungan nyata bagi pendidikan dokter spesialis. Menurutnya, keterbatasan jumlah tenaga spesialis di daerah menjadi salah satu hambatan utama dalam pemerataan layanan kesehatan.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan ruang dan dukungan bagi para dokter untuk terus berkembang. Dengan begitu, pelayanan kesehatan di OKU Timur dapat semakin merata dan berkualitas,” tegasnya.
Dukungan yang dimaksud tidak hanya berupa izin belajar, tetapi juga beasiswa atau rekomendasi pendidikan yang memungkinkan dokter muda menempuh pendidikan lanjutan tanpa harus meninggalkan tanggung jawab pelayanan di daerah.
Terpilihnya dr. Mustika Dharma melalui musyawarah yang penuh kekeluargaan ini menjadi penanda semangat baru bagi IDI OKU Timur. Di bawah kepemimpinannya, organisasi ini diharapkan tidak hanya menjadi wadah solidaritas profesi, tetapi juga motor penggerak peningkatan mutu layanan kesehatan di Bumi Sebiduk Sehaluan.
Dengan langkah awal yang jelas dan visi yang terarah, IDI OKU Timur kini menatap masa depan dengan optimisme baru membangun dari dalam, memperkuat kapasitas, dan bersinergi demi kesehatan masyarakat yang lebih baik.


















