Penyelidikan Pembunuhan Bocah PKS Cilegon Masih Berlangsung
Kasus pembunuhan terhadap putra bungsu politisi Partai Kekuatan Sosial (PKS) Cilegon, Maman Suherman, yang dikenal sebagai H Maman, masih dalam proses penyelidikan. Kejadian ini terjadi pada Selasa (16/12/2025), dan hingga saat ini pelaku belum juga diketahui. Polres Cilegon dibantu oleh Polda Banten dan kini juga didukung oleh tim Bareskrim Mabes Polri untuk mengungkap kasus ini.
Proses Pemeriksaan Saksi
Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa sebanyak 22 orang saksi. Proses pemeriksaan ini melibatkan baik dari pihak keluarga maupun non-keluarga. Meskipun jumlah saksi sudah cukup banyak, penyidik masih melakukan pengujian dan perbandingan keterangannya.
Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga menyatakan bahwa proses penyidikan masih berlangsung. Ia menegaskan bahwa tidak semua hasil penyidikan dapat disampaikan karena bersifat konfidensial.
Kendala dalam Penyelidikan
Salah satu kendala utama dalam penyelidikan adalah kerusakan CCTV di rumah korban. Menurut hasil pemeriksaan tim penyidik, CCTV di Komplek Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon, Banten, telah rusak sejak tahun 2023. Hal ini menjadi tantangan bagi penyidik dalam mengumpulkan bukti-bukti yang relevan.
Untuk mengatasi masalah tersebut, penyidik memperluas area pengecekan CCTV hingga ke rumah-rumah tetangga korban di Perumahan BBS 3 Ciwaduk, Kota Cilegon. Warga juga memberikan dukungan dengan membantu memberikan informasi melalui CCTV dan bekerja sama dalam proses penyelidikan.
Selain itu, tidak adanya petugas keamanan yang berjaga 24 jam di rumah Maman Suherman juga menjadi kendala. Meskipun demikian, polisi telah memeriksa petugas keamanan lingkungan perumahan meskipun pos mereka berada di blok yang berbeda dengan rumah korban.
Metode Penyelidikan yang Digunakan
Mantan Kabareskrim Polri, Komjen Purnawirawan Susno Duadji, menjelaskan bahwa penyidik bisa menggunakan berbagai metode untuk mengungkap kasus ini. Salah satunya adalah dengan mencari sidik jari di berbagai tempat seperti pintu, meja, dan alat yang digunakan dalam kejahatan.
Selain itu, penyidik juga bisa mengecek alat komunikasi digital, seperti WhatsApp, SMS, atau telepon para saksi dan korban. Dengan menelusuri percakapan dan panggilan, penyidik bisa mendapatkan petunjuk penting.
Jika sidik jari dan penelusuran melalui alat komunikasi tidak memberikan hasil, penyidik masih bisa melakukan tes DNA untuk mengidentifikasi pelaku kejahatan. Tes DNA merupakan alat bukti saintifik yang sangat akurat dan sulit dibantah.
Selain tiga cara tersebut, penyidik juga bisa menggunakan keterangan saksi dan ahli. Keterangan ahli bisa diperoleh melalui post mortem, baik luar maupun autopsi.
Informasi dari Pembantu Rumah Tangga
Sukir, satpam perumahan BBS III, Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon, mengungkap bahwa ada dua orang asisten rumah tangga (ART) di rumah politisi PKS Maman Suherman saat terjadi pembunuhan terhadap MAHM. Namun, keduanya sudah pulang sebelum kejadian.
Salah satu ART pulang pada pukul 11.00 WIB, sedangkan yang lainnya pulang sekitar pukul 14.00 WIB. Informasi ini menjadi salah satu data penting dalam penyelidikan.
Kronologi Kejadian
Pada hari kejadian, ayah korban, H. Maman, menerima telepon darurat dari anak keduanya berinisial D, yang berteriak meminta pertolongan. Setelah mendapat kabar tersebut, H. Maman langsung meninggalkan tempat kerjanya menuju rumah.
Setibanya di lokasi, ia menemukan kondisi anaknya sudah tergeletak tengkurap di dalam kamar dengan tubuh bersimbah darah. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bethsaida Kota Cilegon, namun korban dinyatakan telah meninggal dunia setelah dilakukan pemeriksaan medis.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui mengalami 14 luka tusukan senjata tajam di sejumlah bagian tubuhnya. Pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian sekitar pukul 15.00 WIB.


















